150 Personil Gabungan Berjaga di Kawasan Dadaha

 1,308 total views

Sebanyak 150 personil gabungan melakukan penjagaan di Kawasan Dadaha guna mengamankan aksi protek pedagang yang tidak diperbolehkan berjualan, Minggu (29/11) pagi tadi. | Foto : Asron
Sebanyak 150 personil gabungan melakukan penjagaan di Kawasan Dadaha guna mengamankan aksi protes para pedagang yang tidak diperbolehkan berjualan, Minggu (29/11) pagi tadi. | Foto : Asron

Kota, Wartatasik.com – Sebanyak 150 personil gabungan yang terdiri dari 51 anggota Satpol PP, 30 Kodim, 20 Brigif dan 49 Polres Tasikmalaya Kota diterjunkan untuk mengamankan Area Komplek Dadaha.

Personil yang tersebar di enam titik pos penjagaan termasuk pos komando taktis kantor Kelurahan Nagarawangi tersebut sebagai upaya mengamankan aksi protes para pedagang Pasar Kojengkang yang tidak diperbolehkan untuk berjualan atau beraktivitas seperti Hari Minggu biasanya.

“Semua anggota ini berjaga dari jam tiga Sabtu sore kemarin dan hingga Minggu siang. Mesti diguyur hujan Alhamdulillah tim ini tetap solid,” papar Kasatpol PP Kota Tasikmalaya Asep MP kepada wartawan, Minggu (29/11) pagi tadi.

Seiring kondisi tersebut, para PKL mengerumun menggelar aksi protes di kantor kelurahan sejak Pukul 03.00 WIB dini hari. Sekitar Jam 5.30 pagi para pedagang tersebut sempat memanas bahkan mengepung kantor kelurahan.

“Mereka meminta untuk dapat berjualan di area kompleks Dadaha. Namun dengan kebijakan sementara, pedagang hanya bisa berjualan di titik yang diperbolehkan diantaranya area GOR Sukapura, Gor Susi Susanti dan area gedung GGM,” tambah Asep.

Sebetulnya, sambug Ia, tiga titik itu termasuk zona larangan berjualan namun mengingat kondisinya semakin memanas maka pemerintah memperbolehkannya dengan dalih tidak ingin mengorbankan masyarakat. “Jika tidak ada kebijakan seperti itu, entah apa yang akan terjadi,” tandasnya.

Asep menjelaskan, keberadaan Satpol PP hanya bertugas untuk mengamankan asset sport center atau pusat olahraga Dadaha, selebihnya merupakan tanggung-jawab dinas terkait.

Ditempat yang sama, Lurah Nagawarangi Iwan Setiawan membenarkan bahwa massa pedagang sempat memanas di kantornya. “Sebenarnya para PKL yang berada di dalam kompleks sudah kondusif, hanya saja yang melakukan aksi tersebut para pedagang di sepanjang trotoar yang belum menerima pasar Kojengkang ditutup,” singkatnya. Asron/Indra

Related posts

Leave a Comment