16 Tahun Tak Dapat Hak, Karyawan PT. Panjunan Mogok Kerja

 3,001 total views

Aksi mogok kerja karyawan PT. Panjunan dalam rangka menuntut haknya | Foto Grid : Awang
Aksi mogok kerja karyawan PT. Panjunan dalam rangka menuntut haknya | Foto Grid : Awang

Kota, Wartatasik.com – Pekerja di PT. Panjunan, Rabu (22/06) atau hari ini menggelar mogok kerja. Para pegawai perusahaan distributor beberapa produk yang beralamat di bilangan Jl. Ir. H. Juanda Kota Tasikmalaya dan tergabung dalam DPC Gabungan Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (GOBSI) itu menyerbu dan berorasi di halaman perusahaan tersebut.

Mereka melontarkan sejumlah tuntutan yang harus segera dipenuhi oleh pihak perusahaan tempatnya mengadu nasib. Tuntutan-tuntutan tersebut diantaranya meminta agar semua pekerja didaftarkan dalam BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan juga status semua pekerja harus didukung dengan surat keterangan pengangkatan.

Ditengah kegiatan mogok kerja tersebut dilaksanakan upaya mediasi antara pihak pekerja dengan perusahaan yang difasilitasi oleh dinas terkait di salah satu ruangan kantor PT. Panjunan. Hasilnya, lahir beberapa poin yang telah disepakati bersama melalui berita acara dengan isi termasuk dua hal di atas. Selain itu juga perusahaan dituntut untuk tidak memotong gaji pekerja yang sakit sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Lalu, poin-poin lainnya yaitu agar memberikan cuti tahunan sesuai dengan ketentuan serta prihal lembur yang tidak sesuai aturan juga pembayarannya. Ketua DPC GOBSI Erwin menerangkan, sesuai hasil kesepakatan dalam mediasi pihak perusahaan diberikan waktu selama 7 hari atau seminggu untuk melaksanakan semua tuntuannya itu.

“Jika tidak, kami akan gelar aksi mogok kerja total karena selama perusahaan ini berdiri sejak Tahun 2000 atau 16 tahun lalu semua perkerjanya tidak mendapatkan hak yang sesuai dengan ketentuan yang ada. Maka dari itu, kami tegaskan agar perusahaan jangan main-main dengan upaya ini. Kalau tidak melaksanakannya kami tidak akan diam untuk membuat perusahaan ini merasakan rugi karena telah membiarkan dan tidak memperhatikan pekerjanya selama ini,” tegas Erwin. Indra/Asron

 

 

Related posts

Leave a Comment