560 Lebih Lulusan Unsil Diharapkan Mampu Menyerap Tenaga Kerja

 3,119 total views

Wisudawan dan Wisudawati Universitas Negeri Siliwangi Tasikmalaya | Foto : Seda
Wisudawan dan Wisudawati Universitas Negeri Siliwangi Tasikmalaya | Foto : Seda

Kota, Wartatasik.com – Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya mewisuda sebanyak 568 mahasiswa periode semester ganjil TA 2016/2017 di Gedung Mandala, Sabtu (27/8). Dari total jumlah sekian mahasiswa tersebut terdiri dari 18 orang lulusan Program Pascasarjana (S-2), 543 orang lulusan Program Sarjana (S-1), dan 7 orang lulusan Program Diploma Keuangan dan Perbankan.

PhotoGrid_1472291944926Dalam menyampaikan sambutannya, Rektor Universitas Negeri Siliwangi Prof. H. Rudi Priyadi menerangkan, sejak Unsil berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sudah meluluskan sebanyak 6.286 orang dan sebagiannya telah banyak mengabdikan ilmunya di instansi Pemerintahan maupun swasta serta berprofesi sebagai pengusaha yang tersebar di seluruh tanah air.

”Wisuda adalah berakhirnya mahasiswa untuk menuntut ilmu di suatu PTN, tapi merupakan tolak ukur untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat dalam membangun bangsa dan negara. Saat ini kerja nyata saudara (Wisudawan) dinanti oleh semua pihak sesuai dengan keahlian yang dimiliki,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tantangan global sekarang ini yaitu semakin bersaingnya untuk berkiprah di dunia kerja karena terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi, yang mengakibatkan banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari berbagai perusahaan negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja, lanjutnya, sampai tahun 2015 lalu sedikitnya ada sekitar 26.606 karyawan yang di PHK.

PhotoGrid_1472291967028”Kami mendorong bagi para lulusan Unsil, jangan hanya mau menjadi pencari kerja di negeri kita ini, tapi jadilah pribadi yang mampu menciptakan lapangan kerja agar mampu menyerap tenaga kerja yang akhirnya dapat mengurangi tingkat penggangguran di Indonesia,” jelasnya.

Perolehan pendidikan, sambung Ia, bukan berhenti setelah proses wisuda sebagai ahli madya, sarjana serta pascasarjana. Jangan merasa puas, sehingga tidak lagi berjuang untuk melengkapi keahlian dan kecakapan. ”Kami berharap setelah diwisuda hari ini, teruslah belajar, jangan berhenti karena tantangan yang kita hadapi semakin berat dan penuh perjuangan untuk tetap berkiprah,” tandasnya.

Laporan: Seda/Asron/Indra

Related posts