70 Persen Perusahaan di Kota Tasik Terapkan UMK, 30 Persennya?

 1,059 total views

Ilustrasi May Day / Doknet
Ilustrasi May Day / Doknet

Kota, Wartatasik.com – May Day atau Hari Buruh yang peringati setiap tanggal 1 Mei sebagai momentum untuk menghargai jasa-jasa serta perjuangan para buruh di Indonesia dalam meraih haknya sebagai pekerja dalam sebuah perusahaan. Lahirnya hari buruh bagian yang tidak terpisahkan dari kerja keras dan perjuangan para buruh agar diperhatikan dan diberikan hak yang layak sebagai pekerja.

Demikian dikatakan, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya H. Firmansyah, Senin (01/05) kemarin. Ia mengaskan, Pemerintah sebagai pembina serikat pekerja dan perusahaan melalui peringatan May Day berkewajiban mendorong dan melakukan pengawasan terhadap penerapan Upah Minimum Kota (UMK). ”Kita terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan supaya menerapkan pembayaran gaji pekerja sesuai UMK yang telah ditetapkan Pemerintah,” ujar Firman.

Ditambahkannya, pekerja wajib mendapatkan hak dan pihak perusahaan berkewajiban memenuhi aturan-aturan tenaga kerja. ”Sesuai dengan aturan, perusahaan harus menerapkan UMK. Karena itu amanat Undang-undang. Pemerintah akan memberikan sanksi dan teguran bilamana Perusahaan tidak mematuhi aturan yang ada, bahkan bisa dikenakan pidana,” jelas Ia.

Penerapan UMK di Kota Tasikmalaya, lanjutnya, harus dioptimalkan. Hal itu, demi menciptakan suasana ekonomi yang kondusif. “Dari 518 jumlah perusahaan yang memperkerjakan pekerja, sampai saat ini sudah 70 persennya telah menerapkan UMK. Selanjutnya terkait sengketa pekerja, di Kota Tasik tidak yang sampai pengadilan arbitrase. Ini artinya tidak ada gugatan,” tandasnya.

Laporan: Seda

Related posts