Memperingati Hari Jadi ke-23, DPW Brigez Kota Tasik Santuni Anak Yatim

Memperingati Hari Jadi ke-23, DPW Brigez Kota Tasik Santuni Anak Yatim | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Organisasi Masyarakat DPW Brigez Indonesia Kota Tasikmalaya menggelar peringatan hari jadinya yang ke-23 di Gedung Kesenian, Kota Tasikmalaya, Sabtu (29/10/2022).

Nampak Hadir DPP, DPD Brigez Jawa Barat, Perwakilan Wali Kota Tasikmalaya oleh Kepala Kesbangpol, Kapolres Tasikmalaya Kota, Dandim, serta para ketua Brigez se-Priangan Timur serta tamu undngan lainnya.

Kepada Wartawan, Ketua Brigez DPW Kota Tasikmalaya Ikhwan Setiawan alias Kosim mengatakan bahwa kegiatan ini berlangsung dengan beberapa rangkaian acara.

“Seperti bhakti sosial dengan menyantuni anak yatim dari dua yayasan berbeda,” jelasnya.

Brigez sendiri katanya, dari 2019 menuju 2020 mengalami perubahan legalitas dan menjadi ormas sebagai bentuk karya nyata membuktikan mampu berdedikasi di Kota Tasik.

“Dan mengimbangi program pemerintah untuk menciptakan kondusifitas di Kota Tasikmalaya,” tambahnya.

Dengan harapan, keberadaan Brigez benar-benar bisa diterima di tengah-tengah masyarakat karena dulu image-nya kurang baik.

“Tapi Alhamdulillah karena memang kami fokus membina teman-teman dengan stakeholder seperti TNI. POLRI ataupun pemerintah Kota Tasik yang ikut andil dalam proses perubahan kami ini,” ungkapnya

Itu juga katanya lagi, adalah bagian dari upaya untuk merubah stigma masyarakat, “Maka kegiatan ini salah satunya,” tutup Kosim yang juga pengurus di DPD KNPI Kota Tasikmalaya.

Sementara, Ketua Manasiz (Mantan Narapidana Tasikmalaya) Asep Ugar yang hadir sebagai satu tamu undangan sangat bangga dengan kegaitan yang dilakukan oleh DPW Brigez, “Karena secara tidak langsung ada kesamaan antara Brigez dan Manasix,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, persamaan Brigez dan Manasix adalah orang orang yang minim perhatian, ini katanya adalah pembuktian bahwa Brigez itu sudah berubah dari yang dulu terdengar menyeramkan.

“Tapi disini kita sama-sama melakukan perubahan dengan tidak harus lagi membawa senjata atau perang melainkan revolusi dalam berkarya,” tandasnya. Sus

Berita Terkait