
Tasikmalaya, Wartatasik.cowm – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI) Universitas Siliwangi (Unsil) selenggarakan Seminar Nasional dalam rangka Rapat Kerja Pimpinan Cabang (Rakercab).
Kegiatan ini mengangkat pematerian dengan tema kesejahteraan dan kinerja dosen, pemanfaatan AI dalam menyusun publikasi dan strategi publikasi internasional bereputasi.
Ketua Pelaksana kegiatan, Vega Purwayoga, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar ini dilandasi oleh kewajiban organisasi untuk melaksanakan Rakercab, namun dikemas lebih luas agar memberikan manfaat yang lebih besar.
“Selain kewajiban rakercab dari DPC, kami ingin ada sesuatu yang lebih. Tidak hanya kegiatan internal, tetapi juga melibatkan pihak Unsil, dan nasional secara hybrid dengan menghadirkan materi seputar penguatan dosen, seminar artikel ilmiah, serta publikasi ilmiah,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini diinisiasi bersama oleh pengurus pusat ADAKSI dan internal DPC Unsil, dengan Ketua DPC yakni Dr. Iseu Siti Aisyah, Sp. M.Kes yang memberikan arahan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Meski pada dasarnya ditujukan bagi kalangan dosen sebagai pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi, seminar ini turut membuka ruang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi.

“Publikasi ilmiah tidak hanya dari dosen. Mahasiswa pun saat ini sudah banyak yang memiliki publikasi, di kampus-kampus juga dituntut untuk mempublikasikan karya ilmiah sebagai syarat kelulusan atau bebas skripsi. Jadi secara audience memang awalnya untuk dosen, tetapi mahasiswa bisa ikut juga,” jelas Vega.
Seminar menghadirkan tiga narasumber utama. Pembicara pertama yang semula dijadwalkan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) berhalangan hadir karena sakit, sehingga digantikan oleh Imam Akhmad, M.Pd. selaku Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) ADAKSI gabungan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, yang memaparkan materi seputar pengembangan karir dan kesejahteraan dosen.
Pembicara kedua, Wahyu Rafdinal, SE., M.M sebagai dosen Politeknik Negeri Bandung (Polban), menyampaikan materi terkait strategi publikasi ilmiah. Sementara pembicara ketiga berasal dari internal Unsil, yaitu Ir. Alam Rahmatulloh, MT. Keduanya merupakan peneliti yang masuk dalam jajaran top scientist dan top research Indonesia yang menduduki peringkat pertama di Polban dan Unsil.
“Harapannya, bisa memberikan energi dan motivasi, baik bagi dosen maupun mahasiswa, bahwa sebenarnya meneliti itu asik dan dampaknya bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Vega.

Salah satu poin penting yang diangkat dalam seminar adalah keterkaitan erat antara kesejahteraan dosen dan kualitas layanan pendidikan bagi mahasiswa. Vega menegaskan bahwa dosen yang sejahtera akan lebih fokus dalam menjalankan tugasnya, sehingga proses perkuliahan pun berjalan lebih optimal.
“Ketika dosen sudah sejahtera, maka tinggal berfokus mengajar saja. Mungkin banyak dosen yang jarang masuk, apakah ada proyekkan dan lain-lain. Jika kesejahteraan dosen terpenuhi, kampus pun tidak perlu menerapkan strategi UKT yang memberatkan mahasiswa dan orang tua,” paparnya.
Meski banyak undangan dan pimpinan yang berhalangan hadir secara langsung, antusiasme peserta terbilang tinggi ditambah dengan kehadiran puluhan peserta melalui platform Zoom. Ke depannya, Vega mengungkapkan bahwa seminar ini baru menjadi tahap awal pengenalan strategi, dan akan ditindaklanjuti dengan program bootcamp selama dua hingga tiga hari untuk sesi praktik langsung.
“Ini hanya sebatas seminar, jadi hanya pengenalan strategi saja. Kedepannya ada bootcamp, jadi praktik langsung. Kalau hanya teori, nanti mudah lupa lagi. Dengan bootcamp, peserta bisa langsung praktik,” ungkapnya.
Vega berharap kegiatan ini mampu meningkatkan minat menulis di kalangan dosen dan mahasiswa, sehingga karya-karya ilmiah dari lingkungan Unsil semakin banyak yang terindeks di jurnal bereputasi nasional maupun internasional.** Penulis: DPC ADAKSI UNSILÂ
