
MAKKAH, Wartatasik.com – Wali Kota Tasikmalaya menggelar koordinasi secara daring bersama jajaran petugas haji dan perwakilan kloter asal Kota Tasikmalaya pada Minggu (24/5) pukul 17.00 waktu Makkah atau 21.00 WIB.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan jemaah menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Pertemuan virtual yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya ini bertujuan menjaga pemantauan pelayanan sekaligus memberikan informasi yang valid dan menenangkan bagi pihak keluarga di tanah air.
Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa Armuzna adalah fase paling krusial dalam rangkaian ibadah haji. Oleh karena itu, ia meminta seluruh petugas di lapangan memperketat pengawasan dari berbagai aspek.
“Sebagai kepala daerah, saya ingin memastikan jemaah haji Kota Tasikmalaya dalam keadaan sehat, bahagia, siap melaksanakan puncak haji, dan mendapatkan pendampingan terbaik dari seluruh petugas,” ujarnya.
Saat ini, terdapat 1.358 jemaah haji asal Kota Tasikmalaya yang tersebar di Kloter 4, Kloter 20, dan Kloter 28. Berdasarkan laporan berkala, secara umum kondisi jemaah dalam keadaan siap, meski ada beberapa catatan medis:
- Kloter 28: Mayoritas jemaah siap bergerak ke Armuzna. Tercatat satu jemaah sedang dirawat di rumah sakit setempat dan terus dipantau intensif. Petugas telah menyiapkan obat-obatan serta koordinasi teknis bersama KBIH terkait alur wukuf hingga tawaf wada.
- Kloter 20: Melaporkan adanya jemaah yang tidak dapat melanjutkan perjalanan serta beberapa jemaah yang membutuhkan penanganan medis. Wali Kota menginstruksikan agar perkembangan kondisi mereka diperbarui secara rutin (minimal pagi dan sore) dan langsung disampaikan kepada pihak keluarga.
- Kloter 4: Jemaah dilaporkan dalam kondisi lengkap dan sehat. Seorang jemaah yang sempat dirujuk ke rumah sakit kini sudah kembali bergabung dengan rombongan. Petugas kloter juga telah merampungkan survei lokasi maktab.
Selain memantau kesehatan, Wali Kota memberikan perhatian khusus pada kesiapan teknis dan fisik jemaah. Ia meminta petugas mengedukasi jemaah secara detail mengenai alur pergerakan dari hotel, Arafah, Muzdalifah, hingga Mina.
Hal-hal praktis seperti barang bawaan, manajemen istirahat, hingga rute lempar jumrah wajib dipahami jemaah agar tidak bingung di lapangan.
“Bapak dan Ibu petugas haji memegang amanah besar. Anda adalah bagian penting yang memastikan jemaah kita bisa menjalankan ibadah dengan baik, selamat, dan meraih predikat haji yang mabrur,” tambah Wali Kota.
Di akhir koordinasi, Wali Kota meminta Diskominfo dan media lokal untuk terus memperkuat kanal informasi publik. Melalui pembaruan informasi yang transparan, diharapkan keluarga jemaah di Kota Tasikmalaya bisa tetap tenang selama fase puncak haji berlangsung. Asron
