Berdiri di Kaki Gunung Sawal: Ponpes Al Farizi Cihaurbeuti Padukan Tahfiz Al-Qur’an, Kemandirian Tani

Kolase foto Ponpes Al Farizi | Asron

Mengenal Ponpes Al Farizi Cihaurbeuti: Padukan Tahfiz Al-Qur’an, Kemandirian Tani hingga Ketersediaan Klinik Kesehatan…

CIAMIS, WartaTasik.com – Terletak anggun di lereng Gunung Sawal yang asri, tepatnya di Dusun Gadog, Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Pondok Pesantren Al Farizi berdiri sebagai oase pendidikan karakter dan keagamaan.

Lahir dari niat tulus dan keprihatinan sosial, pesantren ini mengawali perjalanannya pada tahun 2021 sebelum akhirnya resmi diresmikan pada tahun 2022. Sang pengasuh, Ustaz Dadang Sirojudin, mengenang bahwa pendirian pesantren ini dipicu oleh rasa prihatin melihat aktivitas anak-anak muda pada malam Minggu (malam Ahad) yang sering kali tidak terarah.

“Awalnya kami prihatin melihat anak-anak pada malam Ahad yang kurang terkondisikan. Dari sana timbul niat untuk merangkul mereka,” ungkap Ustaz Dadang Sirojudin, Sabtu (7/11/2026).

Berawal dari beberapa anak di lingkungan sekitar, minat masyarakat terus meluas. Pengajian yang tadinya hanya diisi anak-anak antardusun, berkembang ke tingkat desa, hingga kini menjangkau tingkat kecamatan.

Saat ini, tak kurang dari 150 santri aktif menimba ilmu dan menunjukkan konsistensi yang luar biasa untuk terus belajar di Ponpes Al Farizi.

Visi utama Ponpes Al Farizi adalah mencetak generasi Rabbani yang berakhlak mulia dan berwawasan Al-Qur’an. Ustaz Dadang Sirojudin menekankan bahwa target minimal bagi para santri adalah mampu menguasai dan menghafal beberapa juz Al-Qur’an selama masa pembinaan.

Prestasi pun mulai diukir. Dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan, santri tahfiz dari Ponpes Alfarizi telah berhasil menyabet predikat Juara 2, sebuah capaian yang memperkuat motivasi seluruh warga pesantren.

Tak hanya ditempa ilmu agama dan hafalan, para santri juga diajak menyatu dengan alam. Lokasinya yang subur di lereng gunung dimanfaatkan untuk membekali santri dengan keterampilan agribisnis dan peternakan.

“Santri kami secara tidak langsung diciptakan menjadi santri alam, dengan memperkenalkan bidang pertanian seperti budidaya sawi, jagung, dan cabai. Selain itu ada juga unit peternakan sapi dan domba, yang hasilnya minimal bisa menopang kebutuhan kurban saat Iduladha,” jelasnya.

Seiring bertambahnya jumlah santri, pengelola pesantren terus melakukan pembenahan infrastruktur. Lingkungan belajar kini makin kondusif dengan dibangunnya perluasan ruang kelas, kobong (asrama), fasilitas sanitasi/kamar mandi yang memadai, hingga masjid utama.

Uniknya, Ponpes Al Farizi juga memberikan perhatian khusus pada aspek kesehatan. Keberadaan anggota keluarga pesantren yang berlatar belakang profesi medis diwujudkan dengan menghadirkan klinik kesehatan khusus di dalam lingkungan pesantren untuk melayani para santri.

Menyadari pentingnya keseimbangan antara kesehatan mental (rohani) dan fisik (jasmani), pengelola Ponpes Al Farizi tengah merencanakan pembangunan sarana olahraga dan rekreasi di area pesantren.

Ustaz Dadang Sirojudin mengungkapkan, ke depannya pesantren akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk menyalurkan minat dan bakat santri di bidang olahraga. Rencana sarana yang akan dibangun antara lain kolam renang, lapangan voli, bahkan fasilitas flying fox. Kehadiran sarana ini diharapkan dapat memberikan alternatif aktivitas yang sehat dan edukatif bagi para santri di lingkungan alam yang asri.

Mengakhiri perbincangan, Ustaz Dadang Sirojudin menyampaikan harapan besarnya bagi masa depan para anak didiknya.

“Kami berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh para santri selama menimba ilmu di sini tidak berhenti di sini saja, tetapi dapat terus dikembangkan dan membawa kemaslahatan di mana pun mereka berada kelak,” pungkasnya. Asron

Berita Terkait