Ada 24 Kasus DBD, Dinkes Kota Ajak Warga Sadar PSN

 1,505 total views

Dindin Fitriyadi | Foto : Indra
Dindin Fitriyadi | Foto : Indra

Kota, Wartatasik.com – Di tahun ini, positif demam berdarah di Kota Tasikmalaya mencapai 24 kasus. Dari jumlah sekian, tiga orang warga diantaranya meninggal dunia. Hal itu diungkapkan Kabid Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2KL) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Didin Fitriyadi kepada Crew Media Online Wartatasik.com, diruang kerjanya, Kamis (03/03).

“Sampai saat ini kita selalu siap siaga. Dalam artian kita siagakan semua kebutuhan mulai dari persiapan obat-obatan seperti abate (obat pembunuh jentik nyamuk), cairan-cairan infuse, hingga mesin fogging kita sebar ke seluruh puskesmas di Kota Tasikmalaya,” tambahnya.

Ia memperkirakan, serangan nyamuk Aedes Aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) itu akan berhenti hingga akhir bulan ini. “Untuk itu, semua pihak perlu mencegahnya dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Karena, dengan upaya PSN akan membunuh hingga ke jentiknya. Jika kita hanya mengandalkan Fogging tanpa memberantas sarang nyamuk tentu akan sia-sia saja sebab jentik bibit dari nyamuk itu tidak akan mati dengan di asap,” paparnya.

Didin menerangkan, sebenarnya di Kota Tasikmalaya sudah dicanangkan program Gerakan Masyarakat Anti Jentik (Gema Antik) sekitar akhir tahun lalu. “Kami berharap program Gema Antik mampu mendeteksi keadaan jentik di rumah maupun lingkungan sekitar daerahnya masing-masing dengan membersihkan wadah-wadah yang berifat menampung air bersih secara rutin. Karena, nyamuk DBD tumbuh subur di dalam genangan air bersih yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah,” terangnya.

Pihaknya berpesan kepada masyarakat jika ada anggota keluarga yang terkena panas terlebih setelah minum obat penurun panas jangan banyak berpikir untuk langsung membawanya ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat. “Agar penanganannya cepat diatasi sehingga jiwa penderita dapat tertolong. Sekali lagi, apapun dan seberapa besar upaya kami, kalau tidak ada peran aktif dari masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk tentu tidak akan maksimal,” pungkasnya, seraya menyampaikan bagi masyarakat yang membutuhkan Abate agar mendatangi Puskesmas di wilayahnya masing-masing untuk mendapatkannya secara gratis. Asron/Indra

Related posts

Leave a Comment