Kegiatan Sosialisasi Kerukunan Kelompok Etnis Masyarakat Kota Tasikmalaya, Kamis (14/04) Foto Grid : Asron/Wanx
Kegiatan Sosialisasi Kerukunan Kelompok Etnis Masyarakat Kota Tasikmalaya, Kamis (14/04) Foto Grid : Asron/Wanx

Kota, Wartatasik.com – Dibuka resmi oleh Kepala Kantor Kesbangpol Kota Tasikmalaya H. Deni Diyana, acara Sosialisasi Kerukunan Kelompok Etnis Masyarakat Kota Tasikmalaya yang diikuti Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di Aula Kantor Kesbangpol, Kamis (14/04) tadi siang berjalan lancar.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Tasikmalaya H. Dede Sudrajat yang juga bertindak selaku ketua dewan Pembina FPK.

Dalam sambutannya, Deny mengatakan FPK Kota Tasikmalaya dibentuk berdasarkan Permendagri No. 34 Tahun 2006 tentang Forum Pembauran Kebangsaan. “Kedua, berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat No.120/Kep.11-4-Kesbangpol/2009, disusul SK Walikota Tasikmalaya Nomor. 120/Kep/194-BKBPPM/2010,tgl 14 Mei 2010 dan Nomor 120/Kep-KKBP/2015, tgl 04 Mei 2015,” paparnya.

Adapun tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dari forum tersebut, lanjutnya, yakni memfasilitasi, membina dan mengkoordinasikan penyelenggaraan kebangsaan di Kota Tasikmalaya. “Dan dalam melaksanakan tugasnya, FPK Kota Tasikmalaya mempunyai fungsi menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembauran kebangsaan, penyelenggaraan forum dialog dengan pimpinan organisasi pembauran kebangsaan, pemuka adat, suku dan masyarakat, pelaksanaan sosialisasi kebijakan yang berkaitan dengan pembauran kebangsaan dan penyusunan rekomendasi kepada kepala daerah (Walikota Tasikmalaya) sebagai bahan penyusunan kebijakan pembauran kebangsaan,” terang Ia.

Dijelaskannya, jumlah yang tergabung dalam FPK Kota Tasikmalaya sebanyak 16 etnis, diantaranya Etnis Sunda, Minang, Tionghoa, Batak, Jawa, Madura, Papua, Manado, Ambon, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Nias, Palembang, Arab, Pakistan dan Aceh. “Etnis-etnis yang ada berkewajiban untuk senantiasa bersatu padu, saling menghormati serta saling tolong menolog demi terciptanya harmonisasi jalinan hidup dan kehidupan di tengah-tengah masyarakat,”tandasnya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota menyampaikan Empat point Pembauran Kebangsaan diantaranya Pengertian, Pilar-pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, Permasalahan yang dihadapi dan terakhir, Yang harus dilakukan. Asron/Indra

Facebook Comments
BAGIKAN