Agen dan Pangkalan Gas Nakal Akan Dipolisikan

 1,228 total views,  2 views today

Rakor Pendistribusian LPG | Seda
Rakor Pendistribusian LPG | Seda

Kota, Wartatasik.com – Senin (31/10), digelar Rapat Koordinasi Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg dan BBM Bersubsidi di Gedung Serba Guna Bale Kota Tasikmalaya. Pertemuan dihadiri para Agen LPG, Sub Agen LPG, Pangkalan LPG, Dinas Koperindag Kota Tasikmalaya, Kabag Ekonomi Setda Kota Tasikmalaya, Unsur Kepolisian dan Pengurus Koperasi.

 Dalam kesempatan itu, Kepala Hiswana Migas Kantor Priangan Timur H. Wawan Darmawan menegaskan kepada semua Agen juga Pangkalan yang sudah ditunjuk oleh Pihak Pertamina untuk tidak melanggar atau berbuat diluar aturan serta ketentuan dalam menyalurkan dan mendistribusikan gas kepada masyarakat

 ”Kita selalu melakukan pengawasan di lapangan bersama pihak kepolisian untuk mengecek kalau-kalau ada Agen atau Pangkalan yang mendistribusikan Gas 3 Kg ke luar wilayah Kota Tasik atau mengurangi jumlah pendistribusiannya yang tidak sesuai dengan order yang tercantum,” ungkapnya. Ia menambahkan, LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi dari Pemerintah sehingga perlu dilakukan pengawasan yang ketat agar distribusinya sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

”Agen yang ditunjuk untuk pendistribusian di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya jumlah lebih dari 200 Agen. Itu tidak dibenarkan jika menjual gas ke rumah -rumah makan atau restoran serta ke luar daerah. Kalau ditemukan, silahkan laporkan dan kami dari Hiswana Migas tidak akan segan-segan untuk mencabut izinnya bahkan bila perlu akan kita proses secara hukum,” tegas H. Wawan.

Sementara itu, Sales Excecutive LPG Pertamina Kantor Tasikmalaya Fahmi mengatakan, semua Agen dan Pangkalan mitra kerjanya telah mengetahui aturan dan prosedur yang ditetapkan melalui surat kontrak yang ditandatangani. ”Dari Pertamina sendiri, kalau ada Agen yang terbukti melanggar perjanjian kontrak pasti akan memberikan sanksi,” jelasnya.

Menurutnya, sampai sekarang ini sudah ada beberapa Agen yang telah diberikan sanksi karena kedapatan dan terbukti telah menyalahi aturan perjanjian kontrak. ”Sanksi yang diberikan berupa surat peringatan, tidak ada penyaluran dua minggu sampai satu bulan dan sanksi pemutusan kerjasama usaha,” tandasnya.

Laporan: Seda

Related posts