Akibat Proyek Drainase Molor, Pendapatan Pengusaha Kuliner ‘Jeblok’

 1,728 total views

Tumpukan bahan material pembangunan drainase di Jalan BKR Kota Tasikmalaya persis di depan salah satu warung usaha kuliner / Sopyan

Kota, Wartatasik.com  – Pembangunan drainase di sepanjang Jalan BKR Kota Tasikmalaya, banyak dikeluhkan warga. Terutama oleh para pengusaha kuliner yang ada di jalur tersebut. Salah satunya, Yadi, Pengelola Warung Siduru Soerabi Enhay yang mengatakan, bahwa adanya galian proyek itu membuat pendapatannya berkurang hingga 95 persen.

“Turun drastis selama beberapa bulan ke belakang. Ada juga tetangga saya sebelah selatan sampai tutup,” ungkapnya, Sabtu malam (02/12/2017). Ia meluapkan kekesalannya akibat jalan masuk ke warungnya tertutup berikut area parkir yang dipakai untuk tempat menyimpan mesin dan alat kontruksi.

[sc name=”iklanadsense2″]

“Kemarin-kemarin area parkir kami digunakan buat penyimpanan mesin dan alat kontruksi lainnya, mereka tidak permisi dulu menyimpannya. Padahal kami juga di sini bayar, tidak gratis,” tambah Yadi. Dengan molornya pekerjaan pembuatan drainase tersebut, lanjut Ia, berimbas terhadap pendapatan usahanya.

Yadi mengaku malu pada karyawannya. “Kasian, karena sehari saya kasih tidak cukup buat makan. Ya mau bagaimana lagi pendapatan kami jeblok karena pembuatan dranase ini yang molor,” terangnya. Dengan banyaknya keluhan, dirinya berharap pemerintah bisa secepatnya membereskan proyek pembangunannya itu.

“Meskipun ini ke depannya buat kebaikan kami juga, tapi ya kalau bisa secepatnya diselesaikan jangan sampai berlarut-larut. Anak dan istri kami juga perlu makan, tidak bisa menunggu sampai beres pekerjaan ini. Karena hanya ini satu-satunya usaha kami,” harap Yadi. Sopyan

Related posts