Antisipasi Melonjaknya Harga, Aceng Sarankan Ada Zonasi Kawasan Pertanian

 3,418 total views

Aceng Fikri / EQi
Aceng Fikri / EQi

Kabupaten, Wartatasik.com – Menyikapi melonjaknya harga cabai sekarang ini, Anggota DPD RI Aceng Fikri mengatakan bahwa kenaikan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, para Petani tidak panen di saat kondisi cuaca buruk. “Karena cabai akan busuk sehingga mengakibatkan petani rugi,” ungkapnya, usai berdialog dengan sejumlah kepala dinas dan Apdesi, di Pendopo Lama Tasikmalaya, Selasa (10/01) kemarin.

Sebagai upaya antisipasi agar tidak terulang kembali, menurutnya, pemerintah bukan hanya melakukan operasi pasar yang bersifat sementara namun harus ada regulasi terutama sistem zonasi atau kawasan. “Jangan sampai daerah tersebut menanam komoditi yang sama di tempat yang berbeda-beda. Tentunya tergantung tophografi masing-masing kawasan. Jika tidak ada sistem tersebut maka akan terjadi panen raya atau over suplay sehingga akan mengakibatkan anjloknya harga, yang penting bagi petani adalah adanya kepastian harga dari pemerintah,” ujar Aceng.

Ia memilih Kabupaten Tasikmalaya sebagai pengawasan swasembada pangan dikarenakan sudah surplus beras sebanyak 400.000 ton dan hal itu merupakan prestasi luar biasa. “Jadi Indonesia tidak perlu lagi mengimpor beras dari luar negeri karena bisa dipenuhi oleh produk dalam negeri,” tuturnya. Terkait sarannya agar Pemda membuat BUMD Agro tiada lain sebagai upaya antisipasi melalui fungsinya ketika terjadi keanjlokan harga BUMD yang akan membeli hasil pertanian dari para petani. “Di saat harga stabil maka petani boleh menjual ke pasar luas sehingga tidak akan rugi dan harga akan pasti,” pungkasnya.

Laporan: EQi

Related posts