Bantu Nelayan, Susi Gandeng Perusahaan Minyak

 1,791 total views

Foto diambil dari detik.com
Foto diambil dari detik.com

Nasional, Wartatasik.com – JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) menyepakati kerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Kesepakatan dibuat dalam acara Bright and Green Towards Fisheries Sustainability di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta. Hadir dalam acara ini Kepala Balitbang KKP Zulficar Mochtar, Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas Muliawan, dan GM JOB Tomori Judha Sumarianto.

Muliawan mengatakan, kerja sama antara perusahaan-perusahaan migas yang menjadi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat amat penting untuk pengembangan potensi-potensi di daerah penghasil migas. “Kita harus bisa melakukan inisiasi-inisiasi agar masyakakat di sekitar wilayah kerja migas bisa tumbuh dan berkembang, bukan hanya sektor migas tapi juga potensi-potensi lain di daerah,” ujar Muliawan dalam sambutannya di KKP, Jakarta, Senin (21/8/2016).

Teknologi-teknologi yang dihasilkan Balitbang KKP harus dibantu agar dapat digunakan oleh para nelayan. “Banyak potensi-potensi yang bisa disinergikan. Pemanfaatan teknologi yang bisa diimplementasikan sangat kita butuhkan agar bisa berguna bagi masyarakat,” dia menuturkan.

Zulficar menyatakan, pihaknya mengapresiasi SKK Migas dan para KKKS yang bersedia membantu KKP membina masyarakat nelayan di pesisir. “Litbang memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan kelautan dan perikanan. Hasil-hasil penelitian Balitbang harus memberikan warna. Kerja sama Balitbang KKP dengan SKK Migas ini mendukung program CSR, upaya nyata kepedulian perusahaan migas pada nelayan di pesisir. Ini langkah tepat,” ujarnya.

Setelah adanya kesepakatan kerja sama ini, KKP dan SKK Migas akan mendiskusikan lebih lanjut teknologi-teknologi apa saja yang akan didorong untuk membantu masyarakat nelayan di sekitar wilayah-wilayah kerja migas. “Untuk sampai pada teknologi apa yang akan dipilih, kita akan duduk bersama melihat item-item teknologi apa yang cocok untuk masyarakat setempat. Ini yang akan didiskusikan supaya tepat dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

Sumber: detik.com

Related posts