Bantu Orang Tua, Sarjanawati Ini Jadi Penyapu Jalan

 2,422 total views

Rinrin Rintiani, seorang sarjanawati yang rela menjadi penyapu jalan demi membantu kedua orang tuanya.
Rinrin Rintiani, seorang sarjanawati yang rela menjadi penyapu jalan demi membantu kedua orang tuanya | asron

Kota, wartatasik.com – Setiap hari di pagi buta, wanita ini beranjak dari rumah menuju lokasi tugasnya di jalan Garuda, Cicurug menjadi penyapu jalan.

Rinrin Rintiani warga Singkup RT 02/RW O9 Kec. Purbaratu Kota Tasikmalaya ini tidak merasa malu dan beban jika setiap harinya harus menyapu jalan.

Ia merupakan sarjanawati lulusan STAI Tasikmalaya jurusan Pendidikan Agama Islam yang lulus di akhir Tahun 2012.

“Saya diterima sebagai tukang nyapu pada bulan April 2013 dan hingga sekarang pekerjaan Saya sebagai penyapu jalan,” terangnya kepada wartatasik.com, Rabu (06/05).

Selain pernah kuliah di kampus yang berada di Cilolohan tersebut, Wanita kelahiran 26 September 1987 ini juga pernah duduk di Bina Sarana Informatika (BSI) Tasikmalaya serta merupakan tamatan SMK Negeri 1 Tasikmalaya di Tahun 2007.

Meski menyandang gelar SI, Rinrin mengaku tidak risih dengan pekerjaan yang tengah dilakoninya saat ini. Meski sering mendengar perkataan miring namun Ia tak mempedulikannya.

Putri dari tiga bersaudara ini mengatakan sangat bersyukur bisa bekerja mencari rejeki yang halal untuk menambah kebutuhan keluarganya.

Upah yang diterimanya sebesar Rp. 34 ribu perhari. “Terlebih saya anak pertama, jadi selama masih ada kesempatan mencari rejeki meskipun seperti ini akan Saya lakukan karena upahnya Saya perbantukan buat kedua orang tua,” tutur putri Bapak Munir dan Ibu Dodoh itu.

Sebenarnya, ungkap Ia, dulu dirinya sempat ikut daftar test CPNS, namun tidak lulus disebabkan ada kekurangan dalam perlengkapan administrasi sebagai persyaratannya.

Karena untuk formasi guru, kata Rinrin harus memiliki sertifikat pendidik dan telah mengajar lebih dari sekitar sepuluh tahunan.

“Memang cita-cita Saya ingin menjadi guru dan membahagiakan keluarga, tapi mungkin nasib berkata lain. Daripada nganggur, lebih baik Saya jalani pekerjaan ini dengan sepenuh hati  dan tanggung jawab untuk menjadi srikandi kebersihan sampai sekarang ini,” katanya seraya berharap ada peluang untuk bisa menggapai cita-citanya itu.

Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Yono S Karso, didampingi Karsidi selaku Kepala Bidang Kebersihan mengakui keberadaan salah seorang tenaga lepas harian penyapu jalan yang menyandang gelar S1.

Namun, Ia mengatakan penerimaan tenaga kerja lepas tersebut tidak mengutamakan jenjang pendidikan tapi berlaku bagi siapapun yang membutuhkan pekerjaan itu asal bisa melaksanakannya dengan penuh keseriusan dan bertanggung jawab sesuai beban pekerjaannya.

“Dia merupakan satu-satunya dari sekitar seratus orang pegawai sapu yang lulusan sarjana. Dengan adanya seorang sarjanawati itu, kami sangat mengapresiasi sekali terlebih berdasarkan laporan dari mandor dan kepala bidang kebersihan pegawai tersebut merupakan tenaga teladan dan rajin. Ini merupakan motivator bagi lulusan lainnya agar mau bekerja meski tidak ada korelasi dengan latar belakang pendidikan,” singkatnya. Asron

 

Related posts