Beda Sistem Jadi Alasan Sapras Pendidikan di Kab. Tasik Tak Layak

 2,597 total views

Kartiwa / Sopyan

Kabupaten, Wartatasik.com – Kekuranglayakan sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya diakui oleh Dinas Pendidikan. Melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Kartiwa mengungkapkan, pihaknya tak memungkiri ada hal semacam itu. Bahkan, untuk anggaran tahun sekarang Ia berkilah tidak bisa berbuat apa-apa.

“Karena sistemnya sudah beda. Semua ditentukan oleh pusat berikut datanya pun dipegang dan diverifikasi oleh SMK Rajapolah melalui program dapodikdis dan tata kelola. Saat ini, kami di sini hanya sebatas pelaksana saja, bukan pemangku kebijakan,” katanya, Senin (04/11/2017). Dengan kondisi tersebut, pihaknya meminta kepada semua sekolah agar terus mengupdate data secara berkesinambungan.

[sc name=”iklanadsense2″]

“Sekarang pendataan sudah menggunakan sistem online, jadi diharapkan pihak sekolah setiap bulannya melakukan pendataan ulang, sehingga kita bisa melihat keadaan sekolah-sekolah yang ada di kabupaten. Dan juga memudahkan kami untuk mengajukan yang menjadi skala prioritas pembangunan,” tambah Kartiwa.

Adapun mengenai kerusakan yang diterapkan dalam tahapan pembangunan, disebutkannya, ada tiga kategori yakni rusak ringan, sedang dan berat. Itu pun bisa ditentukan oleh pihak yang berkompeten, karena urusan sapras tidak bisa ditentukan oleh sembarang orang.

Kartiwa menerangkan, jumlah Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Tasikmalaya sekarang ini mencapai 1086. “Dengan anggaran yang terbatas, tidak mungkin sekaligus dapat bantuan. Namun demikian, kami terus berupaya mengadakan skala prioritas pembangunan sekolah bagi yang rusak parah,” tendasnya. Sopyan

Related posts