Bekraf Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif

391 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Kegiatan workshop yang digelar Bekraf di Hotel Horison Tasikmalaya / Asron
Kegiatan workshop yang digelar Bekraf di Hotel Horison Tasikmalaya / Asron

Kota, Wartatasik.com – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Trkait Akses Pemodalan di Hotel Horison Tasikmalaya, Minggu malam (09/04). Acara tersebut sebagai tindaklanjut Bekraf atas perjanjian kerjasama dengan Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) Perusahaan Baitul Maal wat Tamwil (PBMT) Ventura terkait pemberian bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan kebijakan dan program pembiayaan kepada pelaku ekonomi kreatif.

Kegiatan itu merupakan acara kedua di di tahun 2017 yang sebelumnya sukses digelar di Tegal pada Tanggal 9 Maret 2017 lalu. Para peserta dari kegiatan tersebut yakni pelaku usaha ekonomi kreatif sebanyak 80 orang yang sudah dan akan mendapat pinjaman dana dari PBMT Ventura. Dalam kesempatan itu, Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso menjelaskan tentang upaya pihaknya dalam meingkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif.

“Melalui acara ini, para pelaku usaha ekonomi kreatif berkesempatan mengetahui cara meningkatkan kapasitas dalam manajemen keuangan, manajemen risiko, memahami inovasi dalam menjalankan usaha kreatifnya. Mereka juga dapat meningkatkan variasi dan kualitas produk dengan ilmu yang disampaikan oleh narasumber yang kami hadirkan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa Workshop merupakan peran Bekraf sebagai intermediasi antara pelaku usaha ekonomi kreatif dan LKNB. Pihaknya berharap, dengan acaranya tersebut para peserta bisa mengakses sumber permodalan dari LKNB. “Juga melaksanakan manajemen keuangan dan manajemen risiko serta memasukan kreativitas dan inovasi dalam menjalankan usahanya. Dilain pihak, LKNB juga berperan maksimal sebagai sumber permodalan bagi pengembangan bisnis pelaku usahan kreatif,” tandasnya.

Penyelenggaraan acara berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, sambutan dari Anggota Komisi X DPR RI H. Mohamad Sohibul Iman dengan menghadirkan Narasumber Direktur Akses Non Perbankan Sugeng Santoso tentang sosialisasi program Deputi Akses Permodalan Bekraf dalam rangka peningkatan nilai tambah dan kreativitas pelaku usaha ekonomi kreatif serta Direktur Operasional PBMT Ventura Harjono Sukarno tentang sosialisasi akses permodalan PBMT Ventura.

Di hari kedua, CEO Fokus Maxima Makhsun Al Makky memaparkan cara menjadi pribadi yang jujur, cerdas, dan amanah dalam mengelola keuangan  yang dilanjutkan oleh Kasubdit Informasi dan Pengelolaan Data, Dierktorat Riset dan Pengembangan Bekraf Slamet Aji Pamungkas tentang sosialisasi aplikasi BISMA. Kepala Bappeda Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang masing-masing memaparkan peranan ekonomi kreatif dalam pembangunan ekonomi. Lalu, Narasumber berikutnya, yakni Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Tasikmalaya Nazmudin Azin dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya Tantan Rustandi  yang menjelaskan tentang ekonomi kreatif.

Kemudian, Direktur Utama PBMT Ventura Saat Suharto menjelaskan perihal membangun fondasi bisnis kuliner. Direktur Utama BMT Beringharjo Mursida Rambe turut hadir memaparkan spiritual enterpreneurship. Pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner Haryo Pramoe juga dihadirkan untuk berbagi cerita memadukan cita rasa dengan bisnis kuliner. Acara hari kedua ditutup Direktur Utama PT. Sarana Jabar Ventura Rachmat Fadjar yang sekaligus memaparkan tentang permodalan bisnis melalui skema modal ventura yang sudah dijalankan dan yang akan ditawarkan kepada pelaku udaha ekonomi kreatif.

Hari terkhir, CEO Fokus Maxima Makhsun Al Makky membahas cara membangun sikap mental berbagi, sinergi, dan kolaborasi. Acara diakhiri dengan kisah inspirasi pengusaha sukses Tasikmalaya. Bekraf adalah lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triswan Munaf. Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.

Laporan: Indra/Asron

Related posts