Berdalih Diminta Tolong, Pejabat Disdik Kab. Tasik ‘Digerebek’ di Rumah Guru

 734 total views,  9 views today

Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya / dok

Kota, Wartatasik.com – Sekitar sebulan yang lalu, tepatnya Hari Rabu tanggal 27 September 2017, salah seorang pejabat di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya berinisial Op digerebek warga, setelah diketahui tengah berada di dalam rumah milik Erna selaku guru yang mengajar di salah satu SMP yang berada di Kecamatan Jatiwaras dengan alasan tak jelas sehingga menimbulkan kecurigaan pengurus dan warga setempat.

Sontak, kabar ini pun menjadi buah bibir banyak kalangan termasuk lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama di lingkup Dinas Pendidikan. Penggerebekan tersebut dinilai banyak pihak telah mencoreng nama baik lembaga pendidikan serta korps di Pemkab Tasikmalaya. Seperti halnya dikatakan beberapa orang warga di lingkungan setempat yang membenarkan adanya kejadian tersebut, bahwa peristiwa penggerebegan terjadi sekira pukul 17.00 WIB petang.

Dimana, Op tertangkap basah sedang berada di rumah Erna. “Betul, ada pengurus yang memergokinya. Padahal, suami ibu guru itu sedang tidak ada. Masyarakat disini sudah resah pa,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya. Setelah beberapa kali akan dimintai keterangan, OP yang menjabat sebagai kepala bidang itu baru bisa ditemui pada, Senin (30/10/2017). Kepada media, OP menjelaskan, bahwa saat itu dirinya sedang diminta pertolongan oleh Erna untuk menjemputnya di Bandara Lanud Wiriadinata.

[sc name=”iklanadsense2″]

“Karena, tadinya Ibu Erna akan terbang ke Jakarta. Namun pada waktu itu pesawatnya tidak bisa landing akibat cuaca buruk. Akhirnya dijemput di bandara untuk diantarkan ke Pool Bus Budiman. Lalu, ketika di tengah perjalanan ada yang ketinggalan. Akhirnya, kita kembali lagi ke rumah,” terang Op. Dijelaskannya lagi, bahwa, setelah sampai di rumah sang guru, Op sempat menunggu di dalam mobil. Kemudian, tak berselang lama, Ia pun masuk ke rumah Erna dengan dalih ikut menunaikan Sholat Magrib, mengingat pada waktu itu adzan sudah berkumandang.

“Setelah beres sholat magrib dan saya duduk di kursi tamu tiba-tiba kedatangan Pak RW yang menanyakan tentang keberadaan saya di rumah itu. Kemudian, saya jelaskan semuanya bahwa saat itu tengah diminta tolong oleh Ibu Erna. Jadi, tidak ada penggerebekan,” tandasnya. Indra

Related posts