Berdalih Urusan Perut, Pedagang Nekad Berjualan di Area Taman

 2,114 total views

Meski sudah dihimbau agar tidak berjualan di area taman Alun-alun Kota Tasikmalaya, sejumlah pedagang kaki lima nekad menjajakan barang dagangannya di dalam taman kota tersebut.
Meski sudah dihimbau agar tidak berjualan di area taman Alun-alun Kota Tasikmalaya, sejumlah pedagang kaki lima nekad menjajakan barang dagangannya di dalam taman kota tersebut.

Kota, Wartatasik.com – Setiap tahun khususnya menginjak bulan Ramadhan, Alun-alun Kota Tasikmalaya selalu menjadi tempat salah satu pusat keramaian masyarakat yang bertujuan melakukan tradisi ngabuburit. Disamping hal tersebut, taman kota itu mendadak jadi pasar kaget selama sebulan penuh dan sontak area taman pun menjadi sasaran para pedagang kaki lima berbagai jenis barang dan makanan untuk menjajakan jualannya.

Di tengah keramaian yang selalu meriah dalam setiap sore harinya, ada kekhawatiran yang tersirat di benak pihak yang berwenang yang selalu rutin mengurusi soal pertamanan. Kerusakan tanaman di area taman serta sarana atau fasilitas yang ada menuntutnya agar jangan pernah lengah dan tertidur demi menjaga serta merawat estetika wajah kota itu.

Dengan demikian, beberapa waktu lalu sebelum menginjak puasa pihak Pemkot melalui Dinas Ciptakarya telah berupaya melakukan pencegahan dengan mengeluarkan himbauan kepada masyarakat termasuk para pedagang agar tidak merusak sarana yang ada terutama untuk berjualan di area taman melalui spanduk dan beberapa media lainnya.

Namun, faktanya sampai hampir dipenghujung bulan penuh berkah ini sejumlah pedagang tidak menghiraukan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah tersebut. Dengan laluasa mereka (PKL) berjualan di area taman hingga sebagian rumput penghias alun-alun kota terlihat gersang.

Ketika dikonfirmasi Crew Media Online wartatasik.com, Selasa (07/07) sore tadi, salah seorang pedagang mengaku terpaksa menjajakan barang dagangannya di dalam area taman karena memilih tempat yang strategis serta banyak dilewati pengunjung. “Setiap tahunnya Saya selalu berjualan disini. Soal himbauan itu bukannya tidak tahu. Tapi Saya minta kepada pemerintah agar bisa toleransi selama setahun sekali untuk memperbolehkan kami dagang disini. Ini urusan perut, kalau dilarang bagaimana Saya menafkahi keluarga,” tandasnya. Indra

Related posts

Leave a Comment