BI Ajak Ulama Tekan Inflasi

 1,264 total views

Silaturahmi Ulama se-Tasikmalaya di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya. | Foto : Seda
Silaturahmi Ulama se-Tasikmalaya di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya. | Foto : Seda

Kota. Wartatasik.com – Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya mengajak para ulama se-Tasikmalaya untuk menekan angka inflasi khususnya di Bulan Ramadhan. Alasannya, banyak membelanjakan uang untuk kebutuhan mendasar di bulan puasa menjadi trend masyarakat sehingga akan berdampak terhadap timbulnya inflasi di daerah.

Guna mengantisipasi hal tersebut, BI merupakan bagian dari pihak yang memiliki fungsi untuk mengawasi dan melakukan pengendalian harga serta mengajak para ulama untuk membantu menekan angka inflasi dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat melalui edukasi ceramah, tausiyah maupun kultum khususnya di bulan ramadhan sekaligus memberi arahan kepada masyarakat agar tidak konsumtif dalam membelanjakan uangnya terhadap hal-hal yang dianggap tidak terlalu penting atau dengan kata lain harus menggunakan uang secara bijak.

Demikian diungkapkan Kepala BI Perwakilan Tasikmalaya Wahyu Purnama A, saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Silaturahim Ulama se-Tasikmalaya di Aula Pertemuan BI Jl. Sutisna Senjata Kota Tasikmalaya, Rabu (01/06). Acara tersebut juga dihadiri Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman, Ketua MUI Jawa Barat, Prof. DR.  Rosihan Anwar., M,.Ag, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Fajaruddin, Para Ulama Se-Tasikmalaya, serta tamu undangan lainnnya.

Pada kesempatan itu, Wahyu melanjutkan, bahwa pihaknya sangat mengharapkan para ulama bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya mengatur keuangan rumah tangga. ”Di bulan puasa biasanya masyarakat banyak mendengarkan cerama-ceramah dari para ulama di setiap waktu. Karena itu, peran ulama sangat besar dalam membangun dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk membelanjakan uangnya secara bijak, guna mengendalikan tingkat inflasi di daerah ini,” tuturnya.

Ditambahkan Ia, perlunya melakukan antisipasi bersama karena jika angka inflasi tinggi maka akan berakibat terhadap melambungnya harga-harga barang kebutuhan pokok sehingga menimbulkan daya beli yang rendah dan tentunya bisa berdampak buruk terhadap perekonomian juga angka kemiskinan. “Pemerintah bersama masyarakat termasuk para ulama memiliki peran dalam memberikan pemahaman untuk tidak hidup berlebihan,” tandasnya. Seda

Related posts

Leave a Comment