Cegah Masalah Sedini Mungkin, OJK Lakukan Tiga Pokok Pengawasan

 3,211 total views

Sosialisasi Peraturan No.19 OJK.03 Tahun 2017 bagi para pengelola Bank BPR dan BPRS di Hotel Horison Tasikmalaya / Seda

Kota, Wartatasik.com – Untuk mengimplementasikan regulasi baru dalam melakukan pengawasan terhadap lembaga jasa perbankan, khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19/POJK.03/2017 tentang penetapan status dan tindak lanjut pengawasan BPR dan BPRS.

Ditemui, Selasa (23/05), Kepala OJK Tasikmalaya Iwan M. Ridwan mengatakan, sesuai Undang-undang 21 tahun 2011 OJK dibentuk dengan tujuan melakukan pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan agar dalam menyelenggarakan aktivitasnya berjalan adil, transparan dan akuntabel serta tumbuh berkelanjutan untuk melindungi kepentingan konsumen atau Nasaba. ”Regulasi peraturan pengawasan yang disosialisasikan ini tiada lain sebagai upaya penyehatan aktivitas BPR dan BPRS untuk mendorong industri perbankan yang sehat,” ucap Iwan.

”Berdasarkan POJK yang akan berlaku pada bulan November 2017 mendatang, pengawasan yang akan dilakukan terhadap BPR dan BPRS terdapat tiga pokok pengawasan yakni pengawasan normal, pengawasan iintensif serta dalam pengawasan khusus,”tuturnya. Pokok pengawasan itu, lanjutnya, untuk pencegahan atau preventif dalam mengatasi permasalah sedini mungkin, agar tidak mengganggu keberlangsungan usaha perbankan.

“Pengawasan sangat perlu bagi lembaga jasa keuangan atau perbankan. Ini langkah preventif untuk mencegah pelanggaran serta mengatasi sedini mungkin bilamana perbankan ini akan mengalami kepailitan dalam menjalankan usahanya,” tandas Ia.

Laporan: Seda

Related posts