Daftar Cagar Budaya di Kota Tasik Bertambah

 5,012 total views

H. Undang Hendiana / Asron
H. Undang Hendiana / Asron

Kota, Wartatasik.com – Keberadaan tempat ataupun benda cagar budaya di Kota Tasikmalaya menjadi salah satu kekayaan bagi kebudayaan daerah. Dengan alasan itulah, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Tasikmalaya terus mengembangkan serta melestarikan dan ngamumule potensi cagar budaya yang ada sekarang ini.

Tak hanya sampai disitu, dinas tersebut pun selama dua tahun terakhir ini telah berupaya menginvetarisir potensi cagar-cagar budaya yang ada di Kota Tasik. Alhasil, sedikitnya ada tujuh tempat dan banda yang dinyatakan sebagai cagar budaya untuk menambah daftar yang sudah ada. Ketujuh cagar budaya tersebut diantaranya berupa artepak, makam dan beberapa yang lainnya.

Demikian dikatakan Kadisbudparpora H. Undang Hendiana saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (02.02) tadi siang. Ia mengungkapkan, benda cagar budaya yang sudah ada dalam daftar selama ini sebanyak 19. “Tambahan yang tujuh itu tinggal menunggu SK. Semuanya hasil dari penelitian juga pengkajian dari Balai Arkeologi Jawa Barat. Potensi cagar budaya di daerah ini memang banyak,” ujarnya.

Untuk itu, Ia menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan atau menginformasikan kepada pihaknya apabila ada yang menemukan tempat maupun benda yang disinyalir sebagai cagar budaya. “Nanti akan kita tindaklanjuti dengan mengirimkan surat ke Balai Arkeologi untuk dilakukan pengkajian dan penelitian. Selain itu juga, kami hapar semua masyarakat khususnya para pemilik tempat yang dijadikan cagar budaya untuk sama-sama merawat demi kelestariannya,” tandas Undang.

Adapun saat dimintai keterangan soal rencana perehaban salah satu tempat yang disinyalir sebagai cagar budaya yang sekarang ini ditempati oleh Bank Mandiri Syariah di Jalan Otista, dirinya menjawab sejauh ini dinasnya telah berupaya mencari informasi sang pemilik bangunan untu menanyakan tentang kebenarannya. “Dan itu juga sudah kami layangkan surat untuk segera dilakukan penelitian dan pengkajian ke tempat tersebut. Jadi tinggal menunggu hasilnya,” terang Ia.

Undang menegaskan, sesuai aturannya, jika ada sesorang atau pemilik tempat melakukan upaya perehehaban dengan merubah bentuk bisa dikenakan sanksi berupa kurungan juga denda. “Aturannya memang tegas. Jadi, mari kita sama-sama turut memelihara banda-benda cagar budaya di kota ini demi mempertahankan kekayaan budaya kita,” tandasnya.

Laporan: Indra/Asron

Related posts