Dana Program Gema Madani Capai Rp.10 Miliar Lebih

 2,212 total views

Kegiatan Sosialisasi Dana Gema Madani, Aula Balekota, Senin (27/03). | foto: Seda
Kegiatan Sosialisasi Dana Gema Madani, Aula Balekota, Senin (26/03). | foto: Seda

Kota,Wartatasik.com – Dana untuk program Gema Madani dari APBD Kota Tasikmalaya pada tahun 2017 ini sebesar Rp. 10.350.000.000, harus sesuai dengan aturan serta peruntukan yang sudah ditentukan. Koordinator Gerakan Masyarakat (Gema) Madani Kota Tasikmalaya, Bambang S.Setyawan usai kegiatan Sosialisasi Gema Madani di Aula Balekota Senin (26/03) mengatakan, pemanfaatan dana Gema Madani di Kota Tasikmalaya dari tahun lalu, memang ada perubahaan, ini didasarkan pada Perwalkot Nomor 8 tahun 2016 ke Perwalkot Nomor 3 tahun 2017.

“perubahan peruntukan tahun 2017 dari porporsi anggaran, tahun lalu infrastruktur 30 persen sekarang 35 persen, sektor ekonomi tahun lalu 60 persen sekarang 50 persen, bidang sosial tahun lalu 10 persen sekarang 15 persen. Besaran Dana Gema Madani untuk setiap kelurahan sekitar Rp. 150 juta. Dana tersebut di peruntukan untuk sektor infrastruktur, ekonomi masyarakat serta sosial,” jelas Bambang.

Dana Gema Madani yang diperuntukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini, lanjut Ia, dikelola Tim Pelaksana Teknis Kelurahan (TPK) yang didalamnya bisa unsur LPM, organisasi kemasyarakatan seperti Karang Taruna, PKK, Kader Posyandu, RTRW, kita harapkan peruntukan tidak keluar dari tiga fungsi tadi. “Bantuan ini adalah dana hibah, sesuai dengan peraturan Permendagri nomor 14 tahun 2016, semua dana yang bersumber dari APBD harus dipertanggungjawabkan. Mekanisme dana hibah sudah diatur dalam Permendagri, jadi TPK sebagai pengelola anggaran ini, wajib mempertanggungjawabkan melalui laporan secara bertahap, sesuai dengan tahap pencairan,” terang Bambang.

Ia menjelaskan, proses pencairan dana Gema Madani melalui tiga tahap, pencairan dana hibah Gema Madani ini, melalui tiga tahap. Yakni, tahap pertama 70 persen dari nilai kegiatan, tahap kedua 30 persen dari nilai kegiatan dan 8 persen nilai BOP.

Laporan: Seda

Related posts