Demo ke Dewan, Sopir Angkot Ancam Mogok Total

 2,411 total views

Aksi penolakan GO-JEK di DPRD Kota Tasikmalaya / Awen

Kota, Wartatasik.com – Rabu (26/07), para sopir angkot dan pedesaan se-Kab dan Kota Tasikmalaya, pengayuh becak jugaojek pangkalan (opang) menyerbu DPRD Kota Tasikmalaya untuk meminta kejelasan mengenai legalitas dan masih beroperasinya ojek berbasis aplikasi tersebut. Masa dari perwakilan Pokja dan jajaran Organda itu diterima di ruang Banmus dipimpin oleh Ketua DPRD H. Agus Wahyudin, Wakil Ketua 3 H. Nurul Awalin, Ketua Komisi 3 Heri Ahmadi dan H. Ate.

Melalu steatment yang dibacakan Plt. Ketua Organda Irwan Nurkomara,SE menegaskan bahwa masa merasa keberatan dan menolak adanya ojek online di Tasikmalaya dengan alasan tidak ada pembicaraan sebelumnya dari awal dengan pihak pemerintah. Selain itu, hasil dari pertemuan kemarin bersama dinas terkait menyatakan sikap untuk memberhentikan sementara. Lalu, pemerintah dituntut untuk menolak adanya ojek online seperti di Garut sampai ada aturan yang jelas.

Sedangkan, Perwakilan Pokja 019 menyampaikan, dihapuskannya ojek online demi kemaslahatan Kota Tasik yang dikerdilkan dengan adanya sinyal-sinyak untuk menguji lemah tidaknya aturan di pemerintahan. “Jika lemah ditakutkan akan bermunculan angkutan berbasis online lainnya,” ungkap mereka. Lalu, dari Pokja 01 menegaskan, apabila ojek aplikasi tersebut masih berjalan, pihaknya akan melakukan mogok total.

Dengan kondisi yang terjadi, pihak DPRD meminta kepada pemerintah melalui Dishub untuk segera memberhentikan pengoprasian angkutan aktifitas GO-JEK sesuai pernyataan sikap yang dibuat. Hasil dari pertemuan tersebut diputuskan agar pihak Dishub dan kepolisian memberhentikan operasi dan melakukan penertiban terhadap ojek online. Pihak DPRD menyatakan akan segera mengeluarkan nota penolakan ke pemerintah serta melayangkan surat keberatan ke pusat sebagai penolakan adanya angkutan berbasis online apapun di Tasikmalaya. Awen

Related posts