Derita Warga Kota Tasik Dibalik Euporia Pelantikan Budi-Yusuf

 1,554 total views

Tari bersama sang buah hati Alfarizki / Sopyan

Kota, Wartatasik.com  – Dibalik euporia pelantikan pasangan Wali Kota dan Wakil Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Budi Budiman dan Drs. H. M Yusuf  oleh Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan yang dilaksanakan hari ini, Selasa (14/11/2017), di Gedung Sate, Bandung, ternyata ada kisah sedih menyayat hati yang dirasakan serta dialami warganya.

Cerita memilukan tersebut datang dari pasangan keluarga Dodi dan Tari Khoerunisa, asal Kp. Seladarma RT 04/RW 01 Kelurahan Yudanegara Kecamatan Cihideung. Pasalnya, anak ke dua dari pasangan suami istri itu bernama Alfarizky yang baru berumur 2 bulan menderita gizi buruk akibat dari adanya kelainan pada tulang ekor punggungnya. Selain itu, bayi tersebut juga mulai mengalami gejala Hydrocephalus atau pembengkakan cairan di kepala.

Prihatinnya, hingga saat ini Alfarizki tidak bisa menjalani perawatan atau pengobatan yang layak mengingat kondisi ekonomi keluarga menjadi kendalanya. Sebenarnya, sang orang tua sudah berupaya membawanya ke rumah sakit, namun terpaksa harus kembali ke rumah karena terbentur biaya.

[sc name=”iklanadsense2″]

“Dirawat di Rumah Sakit Bunda Aisyah selama 5 hari, tapi karena sudah tidak ada biaya lagi akhirnya kami bawa pulang. Dan juga menurut pihak rumah sakit anak kami harus segera di operasi. Kami dirujuk ke Bandung, hanya saja tidak ada untuk biayanya. Pernah dibawa ke RSUD, tapi sudah tidak ada tempat,” ungkap sang Ibu, Tari saat dikonfirmasi di rumahnya, Selasa (14/11/2017).

Ia mengatakan, rujukan yang didapatnya hanya ke Tasik Medical Centre (TMC) dengan menggunakan BPJS. Mengingat biaya yang diklaimnya hanya sebesar 20 persen sehingga pihaknya mengurungkan niat untuk merawatnya. “Kami bingung untuk cari biaya tambahannya. Jangankan untuk operasi, makan sehari-hari saja kami susah,” sebut Tari.

Diterangkannya, jumlah total biaya operasi yang diperlukan sekitar Rp 20 juta. “Belum biaya buat beli obat. Terus biaya kami selama menungggu penanganan. Suami saya bekerja serabutan. Ada yang bilang coba minta bantuan ke Dinas Sosial, tapi kami tidak tahu bagaimana caranya,” tutur Ia. Dengan kondisi tersebut, Tari mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah khususnya wali kota yang sedang dilantik hari ini agar senantiasa membantu kesulitan yang dialaminya guna mengobati penyakit yang diderita anaknya itu.

“Kepada Pak Wali saya ingin bertemu dengan bapak. Katanya sekarang bapak dilantik untuk yang kedua kalinya, saya harap bapak mau melihat kondisi anak kami yang memerlukan biaya untuk operasi. Karena menurut dokter, jika tiga hari dari sekarang tidak ditangani, maka tidak tahu kondisinya akan seperti apa. Semoga bapak berkenan menengok anak kami ini,” harap Tari. Sopyan

Related posts