Diduga CV Milik PNS, Proyek Jalan di Komplek Bale Kota Tasik Menuai Kritik

 662 total views,  1 views today

Pembangunan sarana jalan di Komplek Bale Kota Tasikmalaya / dok

Kota, Wartatasik.com – Pembangunan jalan di Komplek Bale Kota Tasikmalaya menuai kritik dari banyak pihak. Salah satunya dari Ketua LSM GMBI Distrik Kota Tasik Dede Sukmajaya yang menilai bahwa pembangunan jalan yang bersumber dana dari DBH-Pajak Rokok Tahun 2017 tersebut tidak sesuai dengan ketentuan, sehingga mengundang pertanyaan terutama bagi masyarakat yang melihat dari dekat.

“Ini sangat mencolok sekali. Dengan anggaran Rp 900 juta lebih dan panjangnya sekitar 150 meter serta lebar 3 atau 4 meteran itu awal- awalnya pakai tenaga manual. Namun, selang beberapa Minggu kemudian baru masuk alat berat. Selain itu, bisa dilihat dari pemasangan papan proyek saja hanya ditempel di dinding kawat Lapang Tenis. Kan ngga lucu, yang namanya plang informasi anggarannya juga sudah jelas seperti yang tercantum di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) nilainya Rp 300 ribu. Sementara yang dipasang paling hanya Rp 24 ribu atau Rp 30 ribuan,” katanya, Selasa (24/10/2017).

[sc name=”iklanadsense2″]

Menurutnya, hal tersebut menggambarkan contoh pekerjaan yang kurang baik apalagi dilaksanakan di area Kantor Wali Kota yang notabene memberikan contoh benar sesuai RAB. “Apalagi saya dengar yang punya cv nya salah satu pejabat atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kami hanya mengkritisi karena kita lihat secara nyata di lapangan seperti itu. Untuk sekedar mengingatkan saja barangkali ke depan bisa dikerjakan lebih baik lagi. Hanya, apakah Pak Wali Kota tidak melihat pembangunan itu dari awal ?. Kita ngga tahu, yang jelas hal ini harus ada perbaikan ke depan,” tegas Dede.

Menyoal jumlah anggaran, Ia mempertanyakan apakah pekerjaaan tersebut harus menghabiskan dana sebesar sekian dengan panjang yang hanya sekitar 150 meteran. “ Jawabannya, ada penggagas atau konsultan proyek. Jadi, silahkan saja ditafsirkan masing-masing,” ujarnya. Disamping itu, Dede juga mengomentari terkait kegiatan pembangunan gorong-gorong yang dilakukan secara serentak di beberapa titik jalan utama hingga menimbulkan kemacetan lalu lintas. “Coba lihat di jalan-jalan utama serentak pilihan. Beberapa komisi dari dewan harusnya turun untuk menegur para pemborong karena mungkin ada yang kurang pas atau salah dalam pelaksanaannya ,” tandas Ia.

Hingga berita ini diterbitkan, wartatasik.com belum sempat memintai keterangan dari masing-masing pihak terkait termasuk dari para pelaksana kegiatan pembangunan tersebut. Indra

Related posts