Dinkes Kota Gelar Sosialisasi Kebijakan Program Imunisasi

 2,746 total views

Kegiatan sosialisasi yang digelar Dinkes Kota Tasikmalaya di Kantor Kel. Sulamenak Kec. Purbaratu Kota Tasikmalaya / EQi

Kota, Wartatasik.com – Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan sosialisasi kebijakan program imunisasi dan pelaksaaan kampanye serta introduksi MR di Kantor Kelurahan Sukamenak Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, Selasa (06/06). Acara diikuti sekitar 60 kader Posyandu se-Kec. Purbaratu. Dalam kesempatan itu, Kasi. Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Tasikmalaya Siti Mulyati, S.Kep menjelaskan, setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Selain itu, lanjut Ia, juga berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik juga sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. “UU Perlindungan Anak No. 35 tahun 2014 diterangkan bahwa setiap anak juga berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial. Lalu, menurut UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009, setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi (Pasal 132 ayat 3. Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak (Pasal 130),” paparnya.

Ia menerangkan, keberhasilan imunisasi yakni eradikasi penyakit cacar di tahun 1980 dengan Imunisasi Stop, Eliminasi Maternal dan Neonatal Tetanus pada Mei 2016 dan tidak dijumpainya lagi kasus polio sejak tahun 2006 (tahapan eradikasi polio). Target program imunisasi 2015-2019, jelasnya, Mempertahankan Eradikasi Polio dengan cakupan imunisasi-imunisasi rutin yang tinggi dan merata, melaksanakan Endgame Strategy Eradikasi Polio. Lalu, Mencapai Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (MNTE) pada Mei 2016. Eliminasi Campak dan Pengendalian Rubela/CRS dengan pelaksanaan Crash Program Campak di 183 kab/kota 28 provinsi pada Agustus 2016, pelaksanaan Kampanye MR di 2017 – 2018 serta Introduksi Vaksin MR menggantikan vaksin Campak pada imunisasi rutin.

Adapun Imunisasi terbagi 2, yakni:

  1. Imunisasi Program
  • Imunisasi Pilihan:
    • MMR
    • Tifoid
    • Varicela
    • Hepatitis A
    • Influenza
    • Pneumokokus
    • dll

ELIMINASI CAMPAK DAN PENGENDALIAN RUBELLA

Ciri Ciri :

  • Demam dan rash ringan, jarang ada sequelae.
  • 50% kasus asymptomatic.
  • Tingkat penularan tinggi, karakteristik epidemiologi mirip campak
  • Kekebalan setelah imunisasi seumur hidup
  • Pada masyarakat yang naive (tidak terisolir, tanpa imunisasi), >95% mempunyai antibodies terhadap rubella pada usia15 th.
  • Immunity gap pada umur lebih tua/dewasa tinggi bila:
    • Terjadi perubahan epidemiology rubella akibat imunisasi selective di sektor swasta
    • Bila infeksi rubella rendah di kelompok masyarakat terisolir tersebar.

IMUNISASI RUBELLA

  • Seperti halnya dengan campak, waktu imunisasi rubella masuk dalam imunisasi rutin, epidemiology rubella akan berubah – jumlah kasus rubella turun, umur kasus bergeser ke yang lebih tua
  • Bila tanpa “catch up campaign”, atau cakupan imunisasi rendah, maka ”immunity gap” pada kelompok WUS tetap ada, dan rubella bersirkulasi pada kelompok WUS, risiko CRS meningkat.
  • Contoh: Yunani dan Costa Rica introduksi MMR kedalam imunisasi rutin tanpa catch up campaign, cakupan < 80%. Hasil: muncul cluster CRS 
  • Kesimpulan: introduksi vaksin rubella vaccine berbahaya bila tanpa didahului dengan catch up campaign. 

Rencana Strategis 2015-2020

  • Penguatan imunisasi rutin campak dengan minimal cakupan 95% di semua level
  • Imunisasi campak lanjutan usia 18 bulan
  • Crash program campak pada balita di 183 kab/kota risiko tinggi bulan Agustus 2016
  • Kampanye imunisasi MR (catch up campaign) tahun 2017-2018 untuk anak 9 bulan – <15 tahun
  • Introduksi vaksin MR ke dalam program imunisasi rutin tahun 2017-2018

 

Laporan: EQi

Related posts