Djuniar Prihatin, Anak Cucu Tak Nyunda Lagi

 4,248 total views

Ilustrasi/ Foto. DokNet
Ilustrasi/ Foto. DokNet

Kota, Wartatasik.com – Tak hanya menyoal aksesoris Rebo Nyuda, Sesepuh Daya Mahasiswa Sunda (Damas) Tasikmalaya Djuniar Havid ternyata selama ini merasa prihatin terhadap kondisi pelestarian budaya yang posisinya semakin terpuruk.

Semisal, dalam hal penggunaan Bahasa Sunda yang makin hari semakin punah dan terkesan sudah tak disayangi lagi oleh orang Sunda sendiri khususnya di kalangan anak muda atau yang lekat dengan sebutan anak cucu.

“Faktanya, sekarang ini para generasi penerus atau anak cucu kita sudah tak sayang lagi terhadap bahasanya sendiri. Harusnya, Bahasa Sunda dijadikan pengantar untuk anak-anak. Jangan merasa takut salah. Lebih baik salah dalam berbahasa sunda dibanding menggunakan bahasa lain dan pada prinsipnya lebih banyak menguasai bahasa akan mendorong kecerdasan dan emosional,” terangnya, Senin (14/09).

Ia mengaku, sangat mengapresiasi terhadap program Rebo Nyunda yang diterapkan Pemkot Tasikmalaya sebagai upaya ngamumule budaya daerah namun menurut Ia, alangkah baiknya penerapan tersebut lebih dikembangkan lagi dengan upaya-upaya membangkitkan ruh budayanya termasuk penggunaan bahasa serta yang lainnya. Asron/Indra

 

Related posts

Leave a Comment