
Kota, Wartatasik.com – Analisis sentimen warganet terhadap kinerja AKBP Moh. Faruk Rozi menunjukkan tren positif dan konsisten sepanjang periode Februari hingga Desember. Data tersebut dirilis oleh Gentra Data, lembaga riset dan analisis sentimen publik berbasis digital.
Berdasarkan pemantauan percakapan warganet, sentimen positif meningkat signifikan sejak Maret dan mencapai puncaknya pada April dengan persentase di atas 60 persen. Dominasi sentimen positif ini bertahan hingga Mei dan kembali menguat pada Agustus, meski mengalami fluktuasi pada bulan-bulan berikutnya.
Dalam analisis mendalam sentimen positif, program Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), dan program sosial kemanusiaan meliputi kegiatan donor darah dan bantuan kepada masyarakat memperoleh 831 percakapan positif.
Di sisi lain, sentimen negatif yang sempat tinggi pada Februari mengalami penurunan drastis pada Maret dan April. Meski kembali meningkat pada pertengahan tahun, persentasenya tetap berada di bawah sentimen positif. Sementara sentimen netral cenderung stabil di kisaran 20–30 persen.
Founder Gentra Data, Usama Ahmad Rizal, menyebut bahwa tingginya sentimen positif tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dalam narasi dan sebutan yang berkembang di ruang digital.
“Sentimen positif yang dominan ini bahkan melahirkan julukan ‘Kapolres Aing’ dari warganet. Julukan tersebut merupakan simbol kedekatan emosional masyarakat terhadap AKBP Moh. Faruk Rozi yang dipersepsikan sebagai sososk pemimpin yang hadir, responsif, dan dekat dengan warga,” kata Rizal, Senin, (5/1/2026).
Menurutnya, kemunculan julukan tersebut merupakan indikator kuat adanya penerimaan sosial dan kepercayaan publik yang tinggi.
“Dalam analisis sentimen, julukan seperti Kapolres Aing masuk dalam kategori afeksi positif. Ini menandakan bahwa masyarakat tidak hanya menilai kinerja secara rasional, tetapi juga membangun ikatan emosional dengan figur pimpinan kepolisian,” tambah Rizal
Rizal menjelaskan, meskipun terdapat fluktuasi sentimen negatif seiring dinamika isu dan ekspektasi publik, arus utama percakapan warganet masih didominasi oleh apresiasi dan dukungan.
“Hasil analisis ini dapat menjadi pijakan strategis dalam memperkuat komunikasi publik dan menjaga kedekatan institusi kepolisian dengan masyarakat, sehingga kepercayaan yang telah terbangun dapat terus terjaga secara berkelanjutan,” pungkasnya. Ron
