H. Agus Iwan: LP2B Kab. Lombok Tengah dengan Kota Tasik Banyak Persamaan

 1,788 total views

H. Agus Iwan / EQi
H. Agus Iwan / EQi

Lombok, Wartatasik.com – Saat turut menghadiri acara kunjungan kerja Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya ke Kabupaten Lombok – NTB, Selasa (11/04), Kepala Bidang Fisik Bappelitbangda Kota Tasikmalaya H. Agus Iwan mengungkapkan, banyaknya persamaan-persamaan program antara LP2B Kab. Lombok Tengah dengan LP2B Kota Tasikmalaya, diantaranya seperti yang sudah diatur dalam Perda RDTR yakni lahan yang ada bukan merupakan lahan atau tanah milik pemerintah tapi milik masyarakat dan hal itu diharuskan ada strategi khusus diluar insentive dan dis insentive sebagai salah satu langkah guna mengamankan lahan LP2B yang 1002 Hektar, sehingga masyarakat bisa mempertahankannya seperti yang diatur dalam peraturan terebut maupun Rancangan Perda tentang LP2B untuk sepuluh tahun kedepan.

“Ketentuan-ketentuan itu sudah diatur dengan jelas seperti pada UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, UU Nomor 41 tahun 2009 Tentang LP2B, PP Nomor 1 tahun 2011 tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, PP Nomor 12 tahun 2012 tentang Insentive Perlindungan Lahan Pangan Berkelanjutan,” katanya. Di Kota Tasikmalaya sendiri, lanjut H. Agus, LP2B dari aspek pemanfaatan ruang sudah diatur dalam Perda Nomer 4 Tentang 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah maupun Perda Nomor 10 tahun 2016 tentang Rencana Detail Tata Ruang.

Saat ini, terangnya, dinas sektoral dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perikanan sedang merancang Peraturan Daerah untuk LP2B. “Maka kedatangannya ke Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah bermaksud untuk menggali, mengkaji, menganalisa dan mencari tau tentang LP2B di Lombok Tengah sebagai bahan dasar kompilasi dengan bahan-bahan lain dalam rangka penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang LP2B. Kita berharap jika Perda ini sudah disahkan bisa mendekati sempurna, study Komparatif ini bisa mewarnai substansi LP2B yang sedang dirancang nanti,” tambahnya.

Disampaikan Ia, menurut BAPPENAS, Kota Tasik merupakan satu-satunya kota yang menyediakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Filosofinya,  penyediaan LP2B merupakan kearifan lokal karena Tasikmalaya memiliki nenek moyang bertani. “Maka dari itu, Pemkot Tasik menyediakan LP2B disamping lahan pertanian lainnya. Sementara lahan Minapolitan seluas 1000 hektar dan merupakan kota Unik. Mudah-mudahan penyediaan area tersebut bisa memperkaya khazanah untuk pencapaian visi Kota Tasik 20 tahun kedepan,” pungkasnya.

Laporan: EQi

Related posts