H. Tateng: Penerbitan Izin Perum BP Sesuai Site Plan

 1,293 total views

H. Tateng Noorhadijaya | Foto : Asron
H. Tateng Noorhadijaya | Foto : Asron

Kota, Wartatasik.com – Menanggapi polemik dugaan penyerobotan lahan sempadan Sungai Cikalang oleh pihak pengembang dari Perumahan Bumi Parahyangan Jl. Garuda – Letjend Mashudi / Blok Gn. Sereh Kelurahan Setiaratu Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, Kabid. Perizinan Tertentu BPMPPT Kota Tasikmalaya H. Tateng Noorhadijaya  mengatakan bahwa penerbitan perizinan perum tersebut sesuai dengan site plan yang disahkan oleh pihak dinas terkait.

Ia mengungkapkan, jika sekarang ini pembangunan sebagian unit rumah di komplek tersebut yang dibangun di sempadan sungai dan dinyatakan lahanya harus dikembalikan lagi ke asal sesuai dalam surat yang dikeluarkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, pihaknya mengaku tak dapat mengomentarinya lebih jauh dan hanya akan menunggu keputusan dari pihak yang berwenang. “Yang pasti, izinnya keluarkan sesuai atau berdasarkan site plan yang sudah disahkan dinas terkait,” singkat Ia, Rabu (25/05).

Seperti yang dilansir Media Online Wartatasik.com pada edisi Senin kemarin bahwa pihak BBWS Citanduy sudah mengeluarkan surat perihal Tindak Lanjut Hasil Dengar Pendapat dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Dirjend SDA BBWS Citanduy yang telah keluar pertanggal 11 April kemarin, dengan berisikan bahwa berdasarkan pada peninjauan lapangan, tanggal 23 Februari 2016 Pengembang Bumi Parahyangan telah membangun pada tepi sungai Cikalang.

Kedua, bahwa bangunan Bumi Parahyangan berada pada ruang garis sempadan sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan seperti tercantum pada PermenPUPERA No.28 tahun 2015 pasal 5 ayat (1) huruf a, tentang Penetapan Garis Sepadan Sungai dan Garis Sepadan Danau yaitu paling sedikit berjarak 10 (sepuluh) meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) meter. Indra/Asron

 

Related posts

Leave a Comment