Hakikat dan Makna Idul Adha

 2,683 total views

14292282_719525448194952_1958433803053444670_nOleh: Erwin Qizwini (EQi)

Pada awalnya Idul Adha merupakan perintah Alloh SWT kepada Nabi Ibrahim AS untuk mengorbankan putranya yakni Nabi Ismail AS. Ia diutus untuk mengorbankan putranya itu melalui mimpi. Pada waktu Nabi Ibrahim gundah, akhirnya menceritakan perihal mimpi tersebut kepada istrinya. Lalu, istrinya berkata. “Jika memang itu merupakan perintah Alloh SWT, maka segera laksanakan”.

Idul Adha atau Idul Qurban mempunyai dua makna. Pertama, Qurban bermakna dekat diambil dari Bahasa Arab Qarib, pandangan universal bahwa Idul Qurban merupakan manifestasi upaya pendekatan diri kepada Alloh SWT. Kedua, makna qurban adalah Udhiyyah atau Dhahiyyah yang artinya hewan sembelihan. Arti udhiyyah tersebut maka menjadi tradisi sebagimana lazimnya dilakukan ummat muslim di seluruh dunia untuk menyembelih hewan qurban atau mengorbankan hewan yang menjadi sebagian hartanya untuk kegiatan sosial.

Tradisi Qurban dalam Hari Raya Idul Adha memiliki dua dimensi. Pertama, makna qurban memiliki dimensi ibadah spiritual atau ibadah vertikal (hablum minallah). Kedua, makna qurban punya makna dimensi sosial atau ibadah horizontal (hablum minannas). Pada intinya keteguhan, ketabahan hati Nabi Ibrahim AS dapat disimpulkan beberapa makna pokok yang terkandung dalam Idul Adha. Pertama,  kesungguhan manusia dengan menyerahkan segalanya kepada Allah SWT Sang Khaliq yang mengihlaskan Nabi Ismail untuk disembelih.

Kedua, dengan berqurban manusia diajarkan untuk berbagi kepada para mukmin lainnya. Dengan adanya qurban ini kaum muslimin yang tidak mampu bisa merasakan bagaimana indahnya Islam dengan adanya Hari Idul Qurban tersebut. Ketiga, dengan berqurban keikhlasan manusia itu pastinya diuji dari sifat rakus dan tamak akan harta yang mereka senangi.

Related posts