Hari Pertama, Dua Legislator Garut Antar Anak ke Sekolah

 2,325 total views

Foto: garutkab.co.id
Foto: garutkab.co.id

Garut, Wartatasik.com – Susana hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang lebaran sangat berbeda dengan sebelumnya. Setelah ada aturan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud), para orangtua diwajibkan mengantarkan anaknya ke sekolah.

Berdasarkan pantauan, sejumlah sekolah di Kabupaten Garut baik tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta SMA/SMK, pada awal pertama masuk sekolah dipenuhi oleh para orangtua siswa. Tentu saja suasana di sekolah sangat ramai dan penuh keceriaan. Bersalaman sesama orangtua sehingga suasana itu berbeda dengan sebelumnya.

“Ya, hari ini Saya mengantarkan anak masuk sekolah. Adanya aturan dari Kemendikbud, suasana sekolah sangat berbeda seperti kembali ke zaman dahulu, penuh suka cita, anak sangat semangat setelah diantarkan oleh orang tuanya,” Kata Dadang Sudrajat selaku Anggota DPRD Garut, Senin (18/07/). Saat itu, Dadang ketika ditemui mengantarkan anaknya, Muhammad Fadhil Daniroffi Sudrajat di SDN 1 Bayongbong, Kecamatan Bayongbong.

Menurut Ia, dengan diantarnya ke sekolah semangat anak berbeda dengan diantarkan oleh pembantu. Dimana selain akan menambah motiviasi belajar, selaku orang tua pun akan langsung mengetahui bagaimana situasi sekolah yang sebenarnya. “Jelas beda, semangat belajar anak akan tumbuh lebih baik, ketimbang berangkat sendiri dan diantar oleh pembantu,” tegas Dadang.

Duakuinya juga, bukan saja mengantarkan anak ssja ke sekolah, melainkan Ia juga selaku orangtua, langsung bisa menitipkan pada gurunya masing-masing.

“Sekolah memang kerap dijadikan tempat titipan anak. Namun dengan adanya aturan baru, sekolah juga akan merasa bangga dengan kehadiran langsung orang tuanya pada saat belajar,” ujarnya.

“Biasanya kan orangtua hadir di sekolah tersebut, pada saat pembagian rapor dan rapat orang tua. Kali ini sangat berbeda. Dimana selaku orangtua, akan langsung mengetahui saat anak masuk kelas. Terlebih saat berdoa bersama,” tambahnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Yudha Puja Turnawan, sejak pagi anaknya sudah siap-siap meminta diantar ke sekolah. Bahkan meskipun waktunya belum pas, sang anak sudah meminta untuk segera di antar. “Papah, ayo berangkat sekarang, keburu masuk nanti,” ungkapnya, menirukan ajakan sang anak, Arkan.

Ia mengatakan, sangat haru dengan mendengar ajakan sang anak untuk diminta mengantar ke sekolah. “Namun kendati adanya aturan baru dari Kemendikbud, kebiasan mengantar anak ke sekolah saya memang sudah dilakukan setiap hari,” katanya. Sumber: garutkab.co.id

Related posts

Leave a Comment