Heri Hendriyana,SH.,MH

 6,736 total views

PhotoGrid_1466529727835

Heri Hendriyana, SH.,MH., lahir di Tasikmalaya 17 Maret 1964. Putra tunggal dari pasangan Alm. H. Uun Damady dan Hj. Enung Haryati itu kini berprofesi sebagai Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berkantor di Jl. RE. Martadinata No. 20 Tasikmalaya. Semasa kecil Heri lama berdomisili di kampung halamannya di Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Melaksanakan jenjang pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Tahun 1979. Lalu, Ia melanjutkannya ke SMA Negeri 1 Tasikmalaya sampai lulus Tahun 1983.

Setelah itu, putra Ketua Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Tasikmalaya tersebut hijrah ke DI Yogyakarta untuk menimba ilmu di Fakultas Hukum salah satu Perguruan Tinggi di daerah tersebut. Usai lulus di Tahun 1988, Heri langsung mengejar S2 ke Sekolah Notaris Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung sampai Tahun 1994. Sambil kuliah, dirinya aktif dalam keorganisasian mahasiswa salah satunya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selain itu, selama berkuliah di Unpad Ia juga menyambil jadi pegawai notaris dan bekerja di Perusahaan Percetakan milik saudaranya. Tak berselang lama, Heri diangkat sebagai notaris di daerah Singaparna.

Singkat cerita, di Tahun 1998 dirinya mulai masuk ke dunia perpolitikan dengan menjabat selaku Wakil Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) di Tasikmalaya sekaligus menduduki jabatan ketua pemilihan dari unsur partai. Setahun kemudian terpilih menjadi anggota dewan dari PAN untuk periode 1999-2004. Di masa itu, Ia juga dipercaya sebagai Ketua Pansus pemekaran atau pemisahan daerah Kota dari Kabupaten Tasikmalaya berikut mengemban amanah Ketua Pembagian asset.

Setelah habis masa bakti dan mencoba mencalonkan diri dalam perhelatan pemilihan legislatif, Heri terpilih kembali menjadi anggota dewan di periode berikutnya. Namun, ditengah perjalanan tepatnya di Tahun 2006 dirinya meninggalkan jabatan wakil rakyat demi memegang teguh profesinya sebagai notaris. Hal itu, terjadi karena seiring keluarnya surat dari kementerian dengan poin harus menentukan satu pilihan diantara dua pekerjaan yang diembannya itu.

Sampai sekarang, Heri masih aktif dan dipercaya sebagai jajaran kepemimpinan atau pengurus di berbagai keorganisasian termasuk kelembagaan masyarakat (Ketua DKM) di lingkungannya. Disinggung soal keluarga, saat berbincang dikantornya, Selasa 21 Juni 2016, Ia mengatakan mulai membina rumah tangga dan menikahi sang istri Ny. Tita Cintaningrum, SE di Tahun 1993 yang hingga kini telah melahirkan dua orang anak yakni Hafizha Cindriyani dan Muhammad Naufal.

Dalam memaknai hidup, dengan sederhana Heri mengungkapkan, bahwa selama ini dirinya selalu ikhlas baik dalam menjalankan tugas atau pekerjaan maupun perannya di dalam ranah keluarga. “Semuanya hanya titipan Allah SWT. Kuncinya, kita harus ikhlas dalam segala hal. Mengalir seperti air dan yang paling utama harus memiliki tekad bagaimana agar bermanfaat bagi orang lain. Urusan rezeki sudah ada yang mengatur tinggal bagaimana caranya untuk bisa berbagi dan banyak membantu orang lain,” pungkasnya. Indra/Asron

Related posts

Leave a Comment