Jaksa di Kota Tasik Masuk Pesantren

 3,245 total views

Unsur Kejari Kota Tasik melakukan sosialisasi Program JMP di salah satu Ponpes / Seda
Unsur Kejari Kota Tasik melakukan sosialisasi Program JMP di salah satu Ponpes / Seda

Kota, Wartatasik.com – Program Jaksa Masuk Pesantren (JMP) yang dicanangkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya, merupakan terobosan institusi penegak hukum dalam rangka memperkenalkan hukum kepada insan pelajar di Pesantren. Program tersebut dilaksanakan mengingat generasi penerus sebagai cita-cita bangsa perlu dijaga dan dilindungi agar tidak melakukan hal-hal yang mengarah ke perbuatan melanggar hukum.

Demikian ditegaskan Kasi. Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya Ahmad Patoni saat ditanya dalam kegiatan JMP di salah satu Pondok Pesantren di Kota Tasikmalaya, Sabtu (25/03). Ia menjelaskan, lembaga pendidikan umum khususnya pondok pesantren merupakan tempat para generasi muda menimba ilmu keagamaan. ”Melalui JMP, Kejaksaan ingin mengkolaborasikan ilmu keagamaan yang dipelajari oleh para santri dengan  pemahaman hukum, sehingga santri dapat memahami hukum-hukum formil yang berlaku di negara kita,” paparnya.

Ia menambahkan, pemahaman hukum yang dilaksanakan di Pondok Pesantren yakni dengan memberikan materi seputar Penyalagunaan Narkoba, Undang-undang Perlindungan Anak serta Undang-undang Teroris. ”Santri yang belajar di Ponpes, akan lebih banyak memahami tentang hukum-hukum Islam. Dengan memahami hukum formil yang berlaku, pelajar atau santri akan lebih dewasa, bijaksana dan lebih matang dalam menjalani kehidupan di dunia luar,” tutur Fatoni.

Terobosan Program JMP, lanjutmya, sebagai langkah tepat dalam upaya mencegah dan melindungi generasi-generasi pelajar agar terhindar dari perbuatan atau perilaku yang melanggar hukum. ”Kita harapkan dengan pemahaman masalah hukum di kalangan para Santri, mereka akan terhindar dan tidak akan mau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum. Edukasi tentang pengenalan dan pemberian pemahaman hukum ke Ponpes akan terus digalakkan dengan harapan semua santri di Kota Tasik sadar untuk diberikan pengenalan hukum formil,” tandasnya.

Laporan: Seda

Related posts