Jawara Sebut Minusnya Pendidikan di Kab. Tasik Akibat Konsep Titipan

 1,222 total views

A. Ramdan / dok

Kabupaten, Wartatasik.com – Tidak layaknya sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, kini jadi sorotan publik sekaligus menjadi perhatian sejumlah aktivis, salah satunya LSM Jawara. Melalui Ketua Umumnya A. Ramdan Hanafiah mengatakan, kekurangberpihakan pemerintah terhadap lembaga pendidikan seperti contoh masih adanya bangunan sekolah yang mirip kandang ayam, juga gedung-gedung pendidikan yang rusak parah, merupakan bentuk tidak adanya konsep pembangunan dari Pemkab Tasikmalaya.

“Pemkab ini tak punya konsep pembangunan yang jelas, masih bisa disetir oleh kepentingan politik. Seharusnya punya konsep sendiri jangan memakai konsep titipan. Kalau bukan konsep titipan tidak mungkin pembangunan di kabupaten tidak merata seperti yang kita lihat selama ini,” ungkap Ramdan, Senin (04/12/2017). Adanya konsep titipan, ungkap Ramdan, dibuktikan ketika seorang anggota dewan hanya membangun di daerah pilihannya saja. Padahal, lanjut Ia, jika merasa warga negara Indonesia, program yang dibangun tidak harus di tempat mereka (dewan) dipilih.

[sc name=”iklanadsense2″]

“Sudah banyak kasus seperti itu. Banyak sekali anggota dewan yang hanya mementingkan dapilnya saja. Sebagai negarawan, harusnya jangan sampai memilah-milah. Karena para wakil rakyat termasuk Pemkab harus melihat daerah mana yang urgent untuk dibangun, sehingga daerah-daerah yang memerlukan pembangunan tidak dibiarkan begitu saja akibat program titipan,” tegas Ramdan.

Dengan banyaknya ketidakadilan yang dirasakan masyarakat kabupaten, selaku kontrol sosial, Ramdan mengajak masyarakat untuk melakukan perlawanan dan tidak takut menyuarakan haknya. “Mari bersuara dan berjuang. Kalau bisa kita lakukan demo. Karena saya yakin, pemerintah sekarang sifatnya seperti itu. Harus di demo dulu, baru mau bergerak untuk memperbaiki kesalahannya. Jadi, tidak usah takut, aksi melawan ketidakadilan pasti banyak yang mendukung,” imbaunya. Sopyan

Related posts