JNK Sampaikan Kepedulian Pemerintah Jokowi Bangun Daerah Papua

 1,588 total views

JNK saat menggelar Konferensi Pers / dok

Bogor, Wartatasik.com – Jaringan Nasional Kebangsaan (JNK) menggelar Diskusi Terbatas dan Konferensi Pers dengan tema ‘Refleksi Akhir Tahun’ di Hotel Asana Pangrango, Jalan Pajajaran Kota Bogor, Jum’at (22/12/2017). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 WIB itu membahas komitmen dan keberpihakan pemerintah dalam membangun, memajukan Papua. Acara dihadiri sekitar 30 orang tokoh yang diantaranya Koordinastor Nasional JNK Alim Bara S.Ip dan Komunitas Mahasiswa Bogor asal Papua, Robert Enembe Putiray.

Dalam kesempatan itu, Alim mengatakan, hal yang paling utama untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Papua yaitu dengan adanya percepatan pembangunan di bidang infrastruktur, khususnya jalan, jembatan, lapangan udara, irigasi serta yang lainnya. Jika sudah dibangun (jalan), lanjut Ia, nantinya jalur transportasi akan berdampak pada ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat yang bisa dengan cepat didapat, harganya pun tak mahal.

“Kamudian selain terhadap bahan pokok, lancarnya pembangunan infrastruktur tentu berdampak juga bagi kemajuan pendidikan, anak-anak Papua. Mudah mengakses pendidikan atau sekolah karena tidak terkendala oleh jalur transportasi yang sulit, jauh dan mahal,” paparnya. Alim juga menjelaskan, di tanah Papua dan Papua Barat Jokowi meresmikan sebanyak enam infrastruktur kelistrikan yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Orya Genyem (20 MW), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Prafi Manokwari (3 MW), Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUUT) 70 KV Genyem- Waeana-Jayapura  sepanjang 174,6 km sirkit, SUUT 70 KV Holtekam-Jayapura (43,4 KM), Gardu Induk Waena -Sentani 20 MVA, dan Gardu Induk (GU) Jayapura 20 MVA.

“Selain itu Pemerintah pusat juga melakukan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) di wilayah pegunungan, mulai dari Kabupaten Puncak, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Membramo, dan Kabupaten Nduga. Di samping pembangkit listrik, Jokowi juga bertolak ke Kabupaten Yahukimo untuk meresmikan Bandar Udara Nop Goliat Dekai, meresmikan program satu harga BBM di Papua, serta meninjau pesawat BBM Air Tractor AT-802,” tambah Ia.

Dari sisi infrastruktur perhubungan darat, tutur Alim, sekarang ini Pemerintah Jokowi sedang membangun jalan trans Papua sepanjang 4.480,5 KM yang menghubungkan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat juga pembangunan jalur lintas batas sepanjang 1.105,8 Km dari Jayapura sampai Merauke yang saat ini sudah terealisasi 800, 58 KM dan 661, 34 KM-nya telah beraspal, lalu sisnya dalam proses pengaspalan. Selain itu, pembangunan infrastruktur Kereta Api dari Kota Sorong sampai Kabupaten Manokwari yang akan segera dimulai pengerjaannya pada tahun ini.

“Sementara itu, proses pembangunan infrastruktur bandara dan pelabuhan juga terus dilakukan. Saat ini bandara yang telah selesai dibangun dan direnovasi adalah Bandara Nop Goliat Dekat di Kabupaten Yahukimo, Bandara Wamena serta Bandara Kaimana Papua Barat. Sedangkan, pelabuhan yang sudah selesai dibangun yaitu Pelabuhan Wasior di Teluk Wondana Papua Barat. Untuk Pelabuhan Depapre Lantamal XIV Sorong dan Pelabuhan Perikanan Merauke masih dalam proses pembangunan,” ucapnya.

Dari sisi ekonomi, kata Alim, guna menunjang aktivitasnya, Presiden Jokowi telah membangun pasar mama-mama yang direncanakan akan selesai akhir tahun 2017. Hal itu memperlihatkan bahwa Pemerintah pusat sangat memperhatikan Provinsi Papua dan Papua Barat serta menunjukan komitmen dari Presiden dalam mendorong percepatan pembangunan di Papua, karena dalam setiap kunjungannya pasti membawa perubahan dan sekaligus dapat memotivasi Pemerintah Daerah untuk bekerja sungguh-sungguh dalam memajukan daerahnya.

“Meskipun belum terealisasi secara sempurna, namun proyek -proyek pembangunan infrastruktur di tanah Papua sudah mulai menampakan perkembangan yang signifikan. Hal ini sudah mulai memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat Papua,” ungkapnya. Sementara, Robert menegaskan, kesuksesan pembangunan infrastruktur di wilayah Papua dibutuhkan dukungan situasi yang kondusif juga dari semua elemen masyarakatnya. Menurtnya, Papua tidak bisa dilepaskan dari saudara-saudaranya yang berada di wilayah Nusantara (Indonesia ).

“Yang terikat dengan spirit budaya dan terlahir dari alam Nusantara, sehingga perbedaan pendapat apapun menjadi pemersatu dengan dialog dalam ikatan nilai-nilai spirit budaya Nusantara yang telah melahirkan Indonesia untuk perdamaian dunia,” ujar Robert. Dengan demikian, kata Ia, untuk ikut andil dalam mendorong kesuksesan pembangunan infrastruktur serta menjalin persaudaraan yang kuat sesama warga Papua dengan seluruh anak bangsa di seluruh Nusantara harus ada dukungan pembangunan juga persatuan bersama dalam bingkai Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam spirit budaya Nusantara.

“Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak awal menjabat hingga sekarang terus berupaya membangun wilayah Papua dan Papua Barat. Hal tersebut terbukti secara kongkrit dengan adanya pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah tersebut.Issue utama di Papua dan Papua Barat adalah keterisolasian yang menyebabkan dua Provinsi ini sulit berkembang. Karena alasan itulah Bapak Jokowi dan jajarannya terus berupaya menggenjot pembangunan untuk mewujudkan konektivitas,” tegas Ia.

Menurutnya, keberadaan bandara di Papua dan Papua Barat sangat strategis. Jokowi ingin keberadaannya bisa mengatasi keterisolasian dan menekan kemahalan harga khususnya sembako sehingga warga bisa sejahtera. Jokowi menilai konektivitas sangat diperlukan bagi dua Provinsi itu, bukan sekedar untuk membuka daerah-daerah terisolir tetapi juga untuk menekan biaya logitsik dan meningkatkan daya saing produk-produk lokal. Dengan begitu, tambah Robert, rakyat Papua dan Papua Barat bisa segera merasakan manfaat nyata dari pembangunan tersebut.

“Jokowi satu -satunya Presiden RI yang paling sering ke tanah Papua. Kunjungan Presiden bukan jalan -jalan semata melainkan untuk menemui masyarakat Papua, juga untuk meresmikan sejumlah proyek pembangunan dan meninjau langsung pembangunan infrastruktur di daerah paling Timur Indonesia” sebutnya. Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk dukung Pemerintah Pusat dalam memajukan daerah Papua terutama terutama kepada masyarakat dan para tokoh asli Papua.

“Baik yang ada di Papua itu sendiri maupun yang ada di daerah lainnya di Indonesia serta dukungan dari kita semua sebagai warga juga anak bangsa demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat dalam bingkai NKRI. Kami harap pernyataan yang kami sampaikan ini menjadi spirit dan motivasi kita dalam membangun persatuan dan kesatuan, memajukan semua elemen masyarakat bangsa untuk mewujudkan NKRI yang berdaulat dan berkeadilan,” pungkasnya. Indra

Related posts