Kapolri: Hilangkan Perilaku Koruptif dan Hedonis!

 442 total views,  2 views today

Foto diambil dari detik.com
Foto diambil dari detik.com

Nasional, Wartatasik.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberi pengarahan di depan 18 ribu personel Polda Sulsel. Selain itu, Kapolri juga menggelar video conference dengan beberapa Kapolda. Tito meminta personel Polda Sulsel satu visi dalam menjabarkan program dan kebijakan pimpinan pembenahan Polri untuk meningkatkan kinerja Polda Sulsel agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Profesionalitas, sikap moral dan etika menjadi landasan utama dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat.

“Saat ini merupakan momentum bagi Polri untuk segera melakukan pembenahan dan kita semua harus bertekad untuk mau berubah menjadi lebih baik. Tinggalkan perilaku yang selama ini telah merusak kultur Polri, mulai dari diri sendiri meningkat satuan dari yang terkecil sampai dengan yang terbesar. Harus ada komitmen yang kuat dan tauladan dari para pemimpin untuk menghilangkan sikap dan perilaku koruptif, hedonis dan berbagai bentuk penyimpangan,” jelas Tito di Mapolda Sulsel, Makassar, Selasa (23/8/2016).

Hadir dalam pengarahan Kapolri ini staf ahli manajemen Kapolri, Irjen Arief Sulistyanto, Kadiv Propam Polri Irjen M Iriawan, Asisten Kapolri Bidang Sarana dan Prasarana Irjen Pol Happy Kartika, dan Karo Progar Polri Brigjen Pol Bambang Sunaryadi, serta Kapolda Sulsel Irjen Anton Charliyan. Sejumlah petinggi Polda Sulsel juga hadir.

“Hilangkan ego pribadi dan sektoral dengan mengabaikan kepentingan rakyat dan citra institusi. Masing-masing individu harus bertanggung jawab untuk berkolaborasi bahu-membahu mensukseskan misi Polri, sekecil apapun peran yang dimiliki agar dilakukan dengan maksimal sehingga setiap orang harus memperkuat kinerja organisasi untuk bisa survive menghadapi tantangan dan menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi dalam masyarakat,” tegas Tito.

Dari atas mimbar, Tito mengungkapkan, tegaknya citra dan trust Polri sangat bergantung pada sikap dan perilaku individu yang akan menjadi perilaku dan kultur organisasi Polri. Karena hal itu sangat menentukan persepsi publik terhadap organisasi Polri. “Publik trust harus kita rebut secara substansial dengan melaksanakan tugas secara baik sehingga kita dapat mencapai public legitimacy dan public consent. Ini bisa dicapai melalui langkah konkrit yang secara nyata dapat dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya langkah seremonial yang tidak menyentuh esensi harapan masyarakat,” tuturnya.

“Kita harus sadar dan mengakui bahwa kurva kepercayaan publik terhadap Polri jauh dari apa yang diharapkan. Jangan menyalahkan generasi sebelumnya, justru para senior pendahulu kita telah mampu mewujudkan kondisi Polri yang cukup kuat saat ini. Kita sebagai generasi penerus saat ini harus mampu menaikkan public trust dengan meninggalkan kultur negatif, memperbaiki kinerja dan terus meningkatkan profesionalitas Polri,” urai Tito.

Dia berpesan, masing-masing individu Polri harus berbenah diri dan memperbaiki diri jangan menjadi beban organisasi. “Kita wujudkan polisi yang humanis, profesional dan membuang jauh-jauh sikap dan perilaku koruptif. Polri milik masyarakat dan milik kita semua, mari bersama-sama kita benahi berkolaborasi dengan seluruh kompi dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang makin hebat maju dan sejahtera,” tutup dia.

Sumber: detik.com

Related posts