Kasus Dugaan Pelanggaran Kampanye Paslon “Nomer Hiji” Dihentikan

 1,179 total views

Tim Pemenangan Paslon Dicky-Denny saat melakukan klarifikasi di Kantor Panwaslu Kota Tasikmalaya /Seda
Tim Pemenangan Paslon Dicky-Denny saat melakukan klarifikasi di Kantor Panwaslu Kota Tasikmalaya /Seda

Kota, Wartatasik.com – Tim Pemenangan Pasangan Calon Pilkada Kota Tasikmalaya nomor urut 1 Dicky-Denny, Senin (28/11), mendatangi Kantor Panwaslu dengan tujuan melakukan klarifikasi dugaan pelanggaran kampanye karena dilaporkan telah memasang gambar Paslon usungannya dalam bungkus makanan tambahkan untuk ibu hamil (PMT-Bumil) di seluruh Indonesia yang dibagikan secara gratis.

Usai menyampaikan klarifikasi, Wakil Ketua Tim Pemenangan Dicky-Denny Divisi Bidang Humas dan Hukum Dodo Rosada menjelaskan sekaligus memastikan, bahwa pemasangan gambar pada kemasan makanan program dari Kementerian Kesehatan tersebut diluar agenda dan program pihaknya, baik dari tim kampanye maupun partai pendukung Paslon, PDIP dan PBB. “Itu betul-betul kegiatan yang tidak dilakukan oleh tim kami,” tegasnya.

Dodo mengatakan, kejadian itu dijadikan bahan evaluasi timnya untuk melakukan pengawasan atau monitoring serta pengendalian kepada para tim yang terlibat dalam pemenangan ataupun relawan yang terlibat. “Ini akan kita telusuri. kalau memang terbukti, terlepas ada unsur kesengajaan hanya ingin menjatuhkan Paslon nomor 1 ataupun inisiatif karena simpatik terhadap Paslon, bisa masuk unsur pidana,” terang Ia.

Pihaknya, mengindikasikan kejadian tersebut ada pihak-pihak tertentu yang ingin menjatuhkan Paslon yang didukungnya. “Sebagai tim, kalau ada bantuan melalui lembaga partai maupun tim kampanye tentunya kita akan mengetahui semuanya. Sementara, pembagian makanan tambahan ibu hamil itu tidak ada dalam program tim pemenangan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Tasikmalaya Ede Supriadi mengungkapkan, setelah mendengar dan menerima keterangan dari tim pemenangan Paslon nomor urut 1 secara jelas dan lengkap, pihaknya memutuskan tidak dapat melanjutkan proses dugaan pelanggaran kampanye tersebut karena tidak memenuhi unsur syarat formil materil dan alat bukti awal serta si pelapor tidak datang sehingga prosesnya dihentikan.

Kendati begitu, kasus dugaan pelanggarannya tidak berhenti sampai disitu. Pihaknya mengaku masih akan menelusurinya karena diindikasi ada keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN). ”Diberhentikan ke Paslon, namun kita akan terus melakukan penelusuran ke unsur ASN, karena besar kemungkinan ada permainan dikalangan ASN. Ini kan pemberian makanan tambahan gizi bagi ibu hamil dari program Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Posyandu. Yang lebih tahu dan faham para ASN, jadi saya ingin ingatkan ASN agar jangan main-main dengan program Pemerintah,” tandasnya.

Laporan: Seda

Related posts