Kembali, Pedagang Kojengkang Geruduk Bale Kota

 2,109 total views

Aksi unjuk rasa Paguyuban Kojengkang Menggugat bersama sejumlah elemen lainnya, Kamis (28/01) | Foto : Tim
Aksi unjuk rasa Paguyuban Kojengkang Menggugat bersama sejumlah elemen lainnya, Kamis (28/01) | Foto : Tim

Kota, Wartatasik.com – Sebagaimana telah dilansir Media Online Wartatasik.com pada edisi Hari Minggu kemarin mengenai sterilisasi Komplek Olahraga Dadaha dari pedagang kaki lima atau biasa disebut pedagang Pasar Kojengkang ternyata menuai reaksi keras. Kamis (28/1) tadi siang, sejumlah pedagang dari Paguyuban Kojengkang Menggugat menyerbu Bale Kota Tasikmalaya  menggelar unjuk rasa guna menuntut agar dapat beraktivitas seperti biasanya.

Berdasarkan hasil pantauan tim, pengunjuk rasa tersebut terdiri dari beberapa elemen yakni KMRT, HPKLS, P3KD dan KONTRAS dengan jumlah massa sekitar 200 orang yang dikomandoi oleh Edi Hermawan. Salah seorang orator Irdas KMRT dihadapan massa menegaskan, bahwa ruang terbuka hijau (RTH) harus diimbangi dengan elemen yang lain bukan hanya mengusik keberadaan para PKL.

“Justru PKL itu sendiri harus dibina oleh Pemkot bukan sebaliknya malah dibinasakan. Kedua, Pemkot harus segera mencari solusi untuk Kojengkang karena apabila tidak, PKL akan berjualan dimana saja sehingga akan menambah kesemrawutan. Tiga, sebelum ada solusi biarkan kojengkang beraktivitas seperti biasa,” teriaknya dengan lantang.

Begitu juga diungkapkan Dedi dari KONTRAS yang menyampaikan pernyataan sikapnya agar Pemkot membiarkan Kojengkang terus beraktivitas sebagaimana menurut perundang-undangan bahwa pemerintah harus melindungi warganya untuk berkehidupan yang layak. “Lawan Satpol PP bila menghalangi aktivitas Kojengkang. Pemkot Tasikmalaya melalui Bagian Ekonomi harusnya membina perekonomian rakyat kecil bukan justru sebaliknya. Rumuskan Perwalkot tentang Kojengkang,” tandasnya.

Sementara, Kabag. Ekonomi Setda Kota Tasikmalaya Rahman S.Sos menerima dan menyampaikan dasar penutupan aktivitas berjualan di dalam kawasan olahraga tersebut dengan isi sesuai surat Edaran Walikota Tasikmalaya tentang Pengembalian fungsi Dadaha sebagai sarana olahraga, pariwisata dan RTH jelas merupakan aturan yang harus dilaksanakan. “Saya akan menampung aspirasi dan disampaikan kepada tim Inti tentang tuntutan pedagang Kojengkang akan terus berjualan seperti biasa sampai Pukul 12.00 WIB siang,” singkatnya. Tim

Related posts

Leave a Comment