Kembali, Warga Kawalu Demo Penutupan Kandang Ayam

 1,863 total views

Suasana audiensi penutupan kandang ayam antara warga dengan sejumlah pihak terkait di Ruang Asda III Kota Tasikmalaya, Kamis (04/08) | Foto : Seda
Suasana audiensi penutupan kandang ayam antara warga dengan sejumlah pihak terkait di Ruang Asda III Kota Tasikmalaya, Kamis (04/08) | Foto : Seda

Kota, Wartatasik.com –  Keberadaan kandang ayam milik H. Wawan Namawi di wilayah Kelurahan Tanjung Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya kembali didemo warga. Kamis (04/08) tadi siang, sejumlah warga mendatangi Bale Kota untuk menemui Walikota dan meminta agar segera menutup kegiatan usaha yang dianggap cacat hukum khususnya yang berkaitan dengan soal perizinan.

Kedatangan warga diterima oleh Perwakilan BPMPPT, Kabag Humas, Kasat Pol PP dan Polsek Kawalu melalui giat audensi di ruang Asisten III Bidang Administrasi Umum. Perwakilan Warga H. Pepen yang sekaligus mewakili Forum Peduli Lembur menegaskan, akan tetap menolak keberadaan kandang ayam milik Ketua Ponpes Al-Amin tersebut.

”Kami bersama Warga Kp. Citamiang RT 02 RW 03 Kel. Tanjung Kec. Kawalu akan tetap menolak keberadaan kandang ayam yang berada di Kp. Binong milik H. Wawan. Meskipun sudah memiliki izin tapi kami anggap tidak melalui mekanisme dan aturan serta tidak menempuh kaidah-kaidah sosial di masyarakat. Jadi, izinnya cacat hukum,” ungkapnya.

Sebetulnya, kata Ia, warga setempat dengan pihak pemilik pada bulan Mei lalu sudah membuat kesepakatan bahwa keberadaan kandang ayam itu akan dipindahkan ke tempat lain dengan diberi toleransi waktu selama 20 hari dari Tanggal 30 Mei 2016.

“Tapi kenyataannya sampai sekarang sudah hampir dua bulan kandang ayam itu masih beroperasi dan pihak terkait juga sudah mengeluarkan izinnya. Padahal, kami dari warga yang terkena dampak pencemaran udara tidak pernah menandatangani untuk mengizinkannya. Berarti kan sudah tidak menempuh prosedur dan aturan izin tetangga,” ujarnya.

Sementara itu, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sang Pemilik Kandang Ayam, H. Wawan Nawawi mengaku merasa tidak mengerti terhadap sikap warga yang terus melakukan penolakan. “Memang sebelumnya kami belum memiliki izin. Tapi sekarang izinnya sudah dikeluarkan oleh intansi terkait setelah kami menempuh semua aturan dan prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, operasional kandang ayam milik kami tidak bermasalah karena sudah ada izin dari Pemerintah,” ucap Ia.

Lalu pada kesempatan tersebut, Perwakilan BPMPPT selaku Kabid. Perizinan Jasa Usaha H. Agus Jamaludin membenarkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan izin operasional Kandang Ayam yang dipermasalahkan itu sekitar satu bulan lalu. “Karena pihak pemilik usaha sudah memenuhi dan menempuh prosedur. Berkas persyaratannya sudah lengkap, jadi kita keluarkan izinnya,” terang Ia.

Seiring daripada itu, lanjut H. Agus, dengan adanya gejolak warga yang terjadi di lapangan akan dijadikan bahan untuk melakukan pengkajian ulang. ”Nanti kita akan ke lokasi untuk mengeceknya. Jika memang di lapangan tidak sesuai dengan ajuan perizinannya, bisa saja kita mencabut kembali izin tersebut sampai masalahnya selesai,” jelasnya.

Dalam audensi tersebut, sempat terjadi keributan dikarenakan salah seorang warga dari Forum Peduli Lembur melakukan pemukulan meja saat memasuki ruangan Asda III. Namun, suasana kembali tenang dan terkendali setelah berhasil diredam oleh pihak kepolisian yang ikut mengawasi giat audiensi tersebut. Seda

 

Related posts