Ketua Dewan “Semprot” Pihak Sekolah dan Panitia Jalan Sehat Kecamatan

 1,942 total views

H. Agus Wahyudin | Dok
H. Agus Wahyudin | Dok

Kota, Wartatasik.com – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Jadi Kota Tasikmalaya yang ke-15, dari sejak beberapa hari lalu telah digelar kegiatan Gerak Jalan Sehat di sejumlah wilayah kecamatan. Pada dasarnya kegiatan tersebut sangat disambut antusian dan diikuti oleh banyak pihak baik dari intansi pemerintahan, pelajar maupun elemen masyarakat.

Namun, dibalik kemeriahan itu ternyata ada hal yang dinilai tak sejalan oleh sejumlah kalangan sehingga perlu diperbaiki untuk kedepannya, yakni diliburkannya kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah khususnya bagi siswa SD pada setiap pelaksanaan Jalan Sehat di tingkat kecamatan tersebut.

Hal itu menuai banyak kritik juga masukan dari para orang tua murid serta pejabat publik tak terkecuali Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Agus Wahyudin yang mengaku sangat menyesal dan menyayangkan kepada para pihak sekolah yang telah berani meliburkan aktifitas belajar demi mengikuti acara kegiatan hari jadi kota tersebut.

“Pihak sekolah jangan seenak meliburkan hanya karena mau mengikuti gerak jalan. Hal ini sangat merugikan siswa. Selain itu, meski acaranya bagus untuk kemeriahan hari jadi kota tapi harusnya kepanitiaan tahu waktu. Alangkah baiknya jika digelar di hari libur agar tidak ada pihak yang dirugikan khususnya aktifitas KBM di sekolah. Jangan sampai niat baik malah mengundang banyak cacian,” ungkap Agus, Rabu (12/10).

Dengan demikian, pihaknya menegaskan akan segera mengecek langsung ke lapangan atau kepada pihak sekolah serta instansi terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk menanyakan jikalau ada surat edaran atau surat pemberitahuan yang dilayangkan dengan perihal menganjurkan agar semua SD untuk diliburkan saat kegiatan gerak jalan yang dilaksanakan oleh pihak kecamatan.

“Kalau ternyata memang ada anjuran dari dinas terkait, kami akan menegurnya. Karena sangat tidak dibenarkan kegiatan sekolah libur begitu saja walaupun jam mata pelajaran bisa selesai dalam setahun. Kami juga meminta agar setiap kegiatan yang akan diadakan jangan sampai mengganggu kegiatan belajar siswa meski saya rasa bentuk kegiatan tersebut sebetulnya tidak harus diikuti para pelajar karena masyarakat umum pun bisa berpartisipasi dalam rangka meneriakan acara,” tandasnya.

Laporan: Seda

Related posts