Kondisi Memanas, Pedagang Kojengkang Dibiarkan Masuk

 372 total views,  2 views today

Kerumunan pedagang kojengkang Dadaha memaksa masuk untuk melakukan aktivitas berjualan seperti biasanya | Foto : Dok
Kerumunan pedagang kojengkang Dadaha memaksa masuk untuk melakukan aktivitas berjualan seperti biasanya | Foto : Dok

Kota, Wartatasik.com – Minggu (31/01) sekitar Pukul 05.00 WIB pagi ratusan pedagang kojengkang bergerombol di pintu utama Dadaha Sport Centre. Mereka menginginkan agar dapat melakukan aktivitas untuk berjualan di lokasi tersebut seperti biasanya.

Massa dijaga ketat oleh sejumlah anggota Satpol PP dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Tasikmalaya. “Selain itu kita dibantu oleh gabungan para Kasi. Trantib Kantor Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Tasikmalaya,” terang Kasatpol PP Drs. Asep MP saat memimpin langsung penjagaan tersebut.

Sementara, Sekjen Paguyuban Pedagang Kojengkang Edi Hermawan dan Dedi dari KONTRAS meminta agar pihak berwenang membiarkan para pedagang beraktifivas untuk berjualan di lokasi Dadaha Sport Centre dengan dalih semua warga memiliki hak mendapat kehidupan yang layak.

Berdasarkan pantauan Tim Media Online Wartatasik.com, kondisi semakin memanas setelah terjadi saling dorong antara pedagang dengan petugas. Pada kesempatan itu, Kasatpol PP yang didampingi Kabag. Ekonomi Setda Kota Tasikmalaya Rahman S.Sos kembali menyatakan bahwa fungsi Komplek Dadaha untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) sesuai surat edaran Walikota No. 500/103/ek.

Kendati sudah mendapatkan penjelasan tapi massa terus memaksa masuk hingga menyebabkan suasana makin memanas. Bahkan pedagang tersebut nekad mendorong roda dan motornya masing-masing untuk bisa mendobrak penjagaan sampai akhirnya petugas pun kewalahan dan membiarkannya masuk. Tim

Related posts

Leave a Comment