Konsisten Perangi Radikalisme, Sosok Anton Charliyan Menyita Perhatian Dunia

 1,864 total views

Irjen Pol Anton Charliyan / dok

Nasional, Wartatasik.com – Menjadi petinggi polisi, Irjen Pol Anton Charliyan terbilang satu-satunya jenderal yang konsisten dalam memerangi paham radikalisme dan intoleransi di Indonesia Semasa menjabat Kapolda Jabar, Jenderal bintang dua kelahiran Tasikmalaya ini telah menyatakan perang melawan radikalisme yang mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia.

Terbukti selama memimpin Polda Jabar, dirinya fokus pada isu-isu seputar radikalisme dan terorisme. Dari awal, Irjen Anton memang memiliki ketertarikan tersendiri dengan isu radikalisme dan terorisme. Dirinya beberapa kali menangani kasus-kasus besar yang menyita perhatian dunia internasional.

Salah satu pencapaian tersuksesnya yakni saat dirinya dipercaya mengungkap kasus pembunuhan Marsinah, seorang aktivis buruh di Jawa Timur yang meninggal secara misterius, Layaknya memiliki bakat alami, kasus kematian Marsinah yang terkatung-katung selama bertahun-tahun lamanya berhasil diungkap olehnya.

[sc name=”iklanadsense2″]

Selain kasus Marsinah, jenderal yang pernah menjadi Humas Mabes Polri itu juga dipercaya mengungkap kasus pembunuhan terhadap aktivis HAM Munir. Berbekal sederet pengalaman itulah yang kemudian mendorongnya untuk komitmen melawan berbagai ketidakadilan dan radikalimse di Indonesia.

Rekam jejaknya dalam memerangi intoleransi di Jawa Barat terbilang tak main-main. Selain melakukan penggerebekan, Abah Anton juga selalu intens melakukan sosialisasi radikalisme, intoleransi dan terorisme secara massif ke masyarakat, Bersama masyarakat Kabupaten Subang misalnya, Anton Charliyan mendeklarasikan perlawanan terhadap radikalisme.

Tak berhenti sampau disitu, perlawanannya dalam memerangi paham radikal berlanjut. Kali ini dirinya mengumpulkan para ulama se-Jabar untuk bersama-sama berperang melawan radikalisme. Sementara itu, gagasannya mengenai Sawala Kebangsaan Indonesian National Spirit di Tatar Sunda, sukses mendorong ratusan santri se-Jabar menyatakan jihad melawan intoleransi dan terorisme.

Selain merangkul kalangan dari ulama dan santri, Anton juga menggandeng jajaran LSM, Ormas se-Jawa Barat. Dimana, sejumlah petinggi perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jabar dikumpulkan untuk memerangi gerakan paham radikal di lingkungan civitas akademis. Dirinya pun juga aktif memberikan kuliah umum akan bahaya laten radikalisme di beberapa kampus. wartatasik.com

Related posts