Kurang Syarat, Bandara Komersial Belum Bisa Terwujud

 5,524 total views

Hj. Nurhayati Manoarfa / Seda
Hj. Nurhayati Monoarfa / Seda

Kota, Wartatasik.com – Rencana Penerbangan Komersial di Bandara Lanud Wiriadinata Kota Tasikmalaya masih belum bisa diwujudkan, karena masih ada salah satu persyaratan yang belum bisa dipenuhi oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya. Saat ditemui di Acara High Level Raundtable  Conference The Tasik Experiment di Pendopo Lama, Sabtu (05/11), Anggota DPR/MPR RI dari komisi V, Hj. Nurhayati Monoarfa mengatakan, secara prinsip rute penerbangan untuk Lanud Wiriadinata sudah disetujui Kemenhub namun ada salah satu item dari kriteria yang harus dilengkapi belum dipenuhi.

”Yakni alat pemadam kebakaran. Di Bandara Lanud Wiriadinata saat ini memang sduah ada tapi kategori II, sementara untuk pesawat Wings jenis ATR 72-500 dibutuhkan pemadam kebakaran kategori IV,” terangnya. Ia menambahkan, untuk penyediaan alat pemadam kebakaran kategori IV tersebut dibutuhkan dana cukup besar dan mungkin ketersediaan anggaran di Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak mencukupi. Kendati demikian, pihaknya akan terus mendorong agar Kemenhub dan Angkatan Udara (AU) bisa memberikan pinjaman alat pemadam kebakaran ke Lanud Wiriadinata untuk melengkapi persyaratan izin bandara sehingga secepatnya bisa digunakan bendara komersil.

“Karena kalau ada satu persyaratan saja yang tidak dipenuhi, izinnya tidak bisa dikeluarkan,” ujarnya. Lebih rincinya, untuk pengadaan alat pemadam kebakaran itu dibutuhkan dana sekitar Rp. 5 miliar per unit dan sebagai kelengkapan persyaratan diperlukan sebanyak 2 unit dengan spesifikasi busa berkekuatan semprot mencapai 4000 liter per detik.

Pihaknya menegaskan akan mencari solusi, salah satunya dengan meminta pinjaman kepada Kementerian Perhubungan dan TNI AU untuk pemadam kebakaran yang tidak dipakai. ”Saya ingin segera ada penerbangan dari Tasikmalaya – Jakarta. Jadi, kita semua berusaha agar semua persyaratan Bandara Lanud Wiriadinata untuk dijadikan bandara komersial dapat terpenuhi,” tandasnya.

Laporan: Seda

Related posts