Langkah Inovatif, Ciptakarya Segera Terapkan Penyiram Tanaman Otomatis

 957 total views

Heru Susanto | Foto : Asron
Heru Susanto | Foto : Asron

Kota, Wartatasik.com – Dinas Ciptakarya, Tata Ruang dan Kebersihan Kota Tasikmalaya melalui Bidang Pertamanan dan Makam terus berupaya menerapkan konsep inovatifnya untuk memperbaiki tatanan estetika demi menciptakan keindahan dan kenyamanan pertamanan di kota ini. Langkah inovatif tersebut salah satunya mengefektifkan kegiatan pemeliharaan rutin untuk penyiraman tanaman yang ada di median-median jalan.

Sebelumnya, bidang tersebut selalu menggunakan kendaraan tangki air dalam melakukan penyiraman. Namun, tak akan lama lagi khususnya di tahun ini pemeliharaan penyiraman tanaman rutin tersebut akan diterapkan secara otomatis yakni dengan sistem pipanisasi.

“Rencananya, kita akan membangun penanpungan air atau hydrant di 8 titik median jalan. Namun, untuk sementara ini akan dibuat dulu sumur bor yang nantinya penyiraman tanaman itu dilakukan dengan sistem pipanisasi dan menggunakan keran yang di set dengan timer untuk memancarkan air ke seluruh tanaman sehingga penyiramannya bisa teratur sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” kata Kasi. Dekorasi Taman Bidang Pertamanan dan Makam Heru Susanto, Rabu (11/05) tadi siang.

Ia menjelaskan, keberadaan hydrant sendiri nantinya tidak hanya berguna untuk proses penyiraman tanaman saja melainkan juga ada manfaat yang lainnya yakni bisa dipergunakan untuk membantu pasokan air jika dalam kondisi terjadinya bencana atau kejadian seperti kebakaran.

“Pembangunan sarana penyiraman otomatis itu sudah kita ajukan di anggaran perubahan tahun ini. Mudah-mudahan anggarannya mendukung atau setidaknya minimal kita bisa melaksanakannya untuk satu titik dulu dan rencananya akan kita buat di median jalan depan Bale Kota karena unsur tanah di lokasi tersebut kondisinya cepat menyerap dan juga cepat kering sehingga sangat dibutuhkan sekali pemeliharaan yang efisien dan efektif,” terang Heru.

Dijelaskan Ia, untuk pembangunan satu titik sarana tersebut memerlukan dana sekitar Rp 200 jutaan berikut biaya umum dan yang lainnya. “Jadi, jika anggaran yang kami ajukan bisa mendukung tentunya bisa langsung kita kerjakan lebih dari satu titik. Semoga saja bisa terealisasi sesuai harapan,” tandasnya. Asron/Indra

 

Related posts

Leave a Comment