Lomba Lukis Payung Geulis Rangkaian TOF

 2,830 total views

Para peserta lomba lukis payung geulis / Sopyan

Kota, Wartatasik.com – Dalam rangka memperkenalkan serta merangsang para generasi penerus agar lebih tertarik terhadap kreasi Payung Geulis, Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya mangadakan lomba melukis payung geulis yang dilaksanakan di Taman Kota depan Masji Agung, Selasa (16/10/2017). Kegiatan tersebut bagian dari rangkaian acara Tasikmalaya Oktober Festival (TOF) dalam rangka Hari Jadi Kota Tasikmalaya yang ke-16

Kegiatan lomba diikuti oleh ratusan siswa. Seperti yang dikatakan Koordinator Rumpun Seni Rupa Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, Yusa Widiana, bahwa pihaknya menyediakan 500 payung dari jenis kain supaya bisa tahan air. “Sebab rencananya paying-payung tersebut akan dipajang di lokasi acara. Adapun pesertanya dari berbagai jenjang pendidikan,” ungkap Ia.

Yusa juga menambahkan, bagi setiap pemenang kegiatan akan diberi penghargaan berupa piagam dan sejumlah uang tunai. Pihakya mengharapkan, melalui kegiatan yang digelarnya itu akan muncul atau lahir para generasi muda yang lebih mengenal dan menjaga eksistensi payung geulis sebagai salah satu ikon daerah Kota Tasikmalaya.

[sc name=”iklanadsense2″]

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi menegaskan, bahwa payung geulis sebagai salah satu ikon Kota Tasikmalaya yang menjadi kebanggaan masyarakat. Dengan demikian, pelestarian payung geulis harus bisa masuk ke semua golongan. Sehingga, masyarakat tidak hanya menikmati tapi lebih mengenal. Bahkan, ke depan harus  bisa memproduksinya.

“Masyarakat harus menganal ikon ini (Payung Geulis). Karena, selain sebagai ikon daerah, juga sarat mengadung seni dan budayanya. Kami juga kedepan akan selalu berusaha terus melestarikan keberadaannya melalui banyak hal, termasuk seperti dengan menggelar kegiatan lomba yang sekarang ini tengah dilakukan. Diharapkan, dari kegiatan ini lahir para generasi penerus yang bisa ngemumule paying geulis,” ujar Ia.

Sementara itu, Salah satu siswa SMPN 1 Kota Tasikmalaya, yang mengikuti lomba tersebut menuturkan payung geulis harus terus dilestarikan oleh para generasi muda sebab merupakan ciri khas Kota Tasikmalaya.” Dan Saya pun merasa senang bisa mengikuti lomba ini. Tujuannya bukan hanya untuk meraih juara, tapi juga untuk lebih kepada pengenalan apa itu yang disebut payung geulis sendiri. Saya harap, kegiatan ini bisa terus dilaksanakan,” paparnya. Sopyan

Related posts