Merasa Dihina dan Difitnah, Tim Paslon No. 3 Tuntut Dunia Akhirat

 1,656 total views

Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada Kota Tasikmalaya 2017 / Seda
Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada Kota Tasikmalaya 2017 / Seda

Kota, Wartatasik.com Ketua Tim Koalisi Perubahan Paslon nomor urut 3 H. Miftah Fauzi mengaku banyak memiliki bukti-bukti pelanggaran dalam Pilkada Kota Tasikmalaya yang baru saja berlangsung. Bukti itu sudah dikoordinasikan ke semua timnya. ”Kalau tidak ada bukti-bukti yang akurat, ngapain kami begini, malulah,” ungkapnya saat meninggalkan (Walk Out) dari lokasi Rapat Pleno KPU Kota Tasikmalaya, Rabu (22/02) tadi sore.

Ia menjelaskan, kecurangan dan pelanggaran yang ditemukannya mulai dari sumber suara, menggelembungnya jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), keterlibatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Surat Keterangan (Suket) yang tidak jelas, serta pihaknya difitnah dan dituduh Syi’ah yang diakuinya sangat menyakitkan.

“Ini termasuk unsur penghinaan dan persoalan aqidah atau SARA. Kemenangan Paslon 2 tidak akan kami akui sampai kapanpun, karena banyak melakukan kecurangan dan menfitnah. Caranya menghinakan dan menzholimi kami, dan kami akan menggugat sampai kapanpun. Ini adalah hak politik serta kemuliaan dan kehormatan kami, partai pengusung, keluarga besar Mayasari dan Budiman yang akan menuntut dunia akhirat, sampai titik darah penghabisan dan ini juga sebagai pelajaran untuk pilkada-pilkada mendatang,” tegas Miftah.

Laporan: Seda

Related posts