Omzet “Cangkang” Ketupat Tak Seramai Idul Fitri

 722 total views,  4 views today

Deden, Penjual kulit ketupat sedang melayani pembeli | Foto : Seda
Deden, Penjual kulit ketupat sedang melayani pembeli | Foto : Seda

Kota, Wartatasik.com – Menjelang Idul Adha 1437 H, selain banyak munculnya para pedagang musiman seperi hewan kurban, arang batok kelapa, tusuk sate di pasar tradisional, tak ketinggalan juga pedagang bungkus atau cangkang ketupat. Namun, geliatnya tak seramai jualan di momen Idul Fitri.

Seperti halnya diungkapkan Ibu Iyan (46), Penjual bungkus ketupat asal Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya yang mangkal di Pasar Induk Cikurubuk mengaku omzet atau pendapatan per harinya paling besar Rp 1 juta, berbeda  dengan kondisi sewaktu berjualan dalam suasana Idul Fitri bisa mencapai Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta.

Ibu empat anak itu menambahkan, kurangnya pembeli kulit ketupat sekarang ini karena kemungkinan masyarakat tidak terlalu mementingkan tradisi masakan seperti momentum Idul Fitri. ”Jadi, ketupatnya diganti dengan bakar sate,” imbuh Ia, Sabtu (10/9).

Kendati demikian, dirinya berharap jualannya bisa ramai meski Idul Adha tinggal satu hari lagi. ”Mudan-mudahan saja makin dekat Hari-H semakin banyak pembeli. Lumayan, buat tambahan keperluan sehari-hari, ”tandasnya. Sementara, pedagang lainnya, Deden (30), Warga Kec. Tamansari yang berjualan serupa di Pasar Padayungan mangaku omzetnya menurun drastis.

”Kali ini pendapatan Saya minim dibanding Idul Fitri. Sekarang paling dapat ratusan ribu, beda dengan momentum lebaran kemarin per harinya bisa jutaan,” terang Ia. Deden mengungkapkan jualan kulit ketupat untuk menambah penghasilan, utamanya buat biaya sekolah anak-anaknya.

Laporan: Seda

Related posts