Panwas Kota Tasik Larang Balon “Black Campaign” di Medsos

 4,436 total views

Ilustrasi | Net
Ilustrasi | Net

Kota, Wartatasik.com – Setelah selesainya tahapan pendaftaran pasangan bakal calon Pilkada Kota Tasikmalaya 2017 beberapa hari lalu, saat ini aktifitas media sosial seperti Facebook, What Apps dan yang lainnya makin meningkat tajam khususnya berisi postingan-postingan yang berkaitan dengan para kandidat baik berupa informasi tentang sosok, pencitraan ataupun upaya-upaya yang mengarah kepada Kampanye Hitam (Black Campaign),

Hal tersebut, tentunya menjadi salah satu faktor yang meramaikan perhelatan Pilkada nanti. Sarana medsos mungkin dianggap sebagai cara yang tepat untuk bersosialisasi karena sangat mudah dan cepat pengunaannya. Namun, dibalik itu ada aturan yang mengawasi. Pasalnya, Pilkada terdiri dari beberapa tahapan dimana ada masanya para Paslon untuk tidak atau belum diperbolehkan melakukan kampanye. Lalu, bagaimana dengan aturan kampanye di medsos?

Saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Minggu (25/9), Ketua Panwaslu Kota Tasikmalaya Edde Supriadi (Kang Edes) menerangkan bahwa postingan-postingan yang mengarah ke kampanye di Media Sosial baik oleh Balon langsung maupun timnya, untuk sementara ini tidak diperbolehkan melakukan Black Campaigne. “Apalagi saat ini masih berstatus bakal calon karena akan ditetapkan menjadi pasangan calon pada Tanggal 24 Oktober 2016 mendatang,” paparnya.

Dengan demikian, Ia berpesan kepada semua balon Pilkada dan timnya untuk dapat menahan diri menunggu tahapan kampanye bergulir, tepatnya pada 28 Oktober 2016 nanti, “Karena kami akan pantau terus, jika ada yang melakukan kampanye hitam, kami tidak akan segan-segan untuk memberikan teguran yang berujung sanksi,” tegasnya.

Laporan: Tim

Related posts